by

Selama Libur Nasional dan Cuti Bersama, Okupansi Hotel di Bukittinggi Naik

Tingkat hunian kamar (okupansi) hotel di Bukittinggi saat libur nasional dan cuti bersama semenjak sepekan terakhir, mengalami peningkatan.

Seperti dilansir harianhaluan.com, Minggu (23/8/2020), tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Bukittinggi semenjak sepekan terakhir meningkat tajam. Tidak hanya warga kota yang memanfatkan momen libur panjang ini untuk berlibur di kotanya sendiri, namun juga banyak pengunjung dari luar daerah yang sengaja datang ke Bukittinggi untuk mengisi waktu liburan.

Meningkatnya tingkat kunjungan ke Bukittinggi terlihat dari peningkatan arus lalu lintas menuju pusat kota. Sejumlah objek wisata dan pusat-pusat perbelanjaan di kota wisata itu terlihat dipadati pengunjung dari dalam dan luar daerah.

Dari sejumlah objek wisata yang ada di Bukittinggi, Jam Gadang Bukittinggi masih menjadi magnet bagi pengunjung. Ikon Bukittinggi yang berada di pusat kota ini, menjadi tujuan destinasi wisata favorit yang tidak henti-hentinya dipadati pengunjung dari pagi hingga malam hari.

Selain Jam Gadang, Pasa Ateh Bukittinggi yang sudah mulai beroperasi juga telihat ramai dikunjungi oleh pengunjung, baik itu untuk aktifitas jual beli, maupun untuk sekedar berfoto selfie dari atas bangunan yang megah tersebut.

Begitu juga dengan Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) dan Taman Panorama Lobang Jepang, juga menjadi pilihan bagi pengunjung untuk mengisi libur nasional dan cuti bersama pada Agustus ini.

Meningkatnya tingkat kunjungan wisatawan ke Bukittinggi selama libur nasional dan libur cuti bersama, berdampak terhadap okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Bukittinggi. Semenjak minggu ke dua Agustus, okupansi hotel di Bukittinggi meningkat dibanding sebelumnya.

“Alhamdulilah, semenjak minggu ke dua Agustus, okupansi hotel terjadi peningkatan. Rata-rata di atas 65 persen okupansi,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bukittinggi, Vina Kumala, Minggu (23/8/2020).

Menurutnya, meski okupansi hotel saat ini di atas 65 persen, bukan berarti sektor perhotelan di Bukittinggi sudah kembali bergairah. Karena saat ini tingkat kunjungan wisatawan ke Bukittingi hanya mengandalkan pengunjung lokal dari daerah tetangga, seperti Pekanbaru, Padang dan lainnya.

Dengan kondisi yang demikian, ujar Vina, tentu berdampak terhadap tingkat hunian kamar, karena tidak adanya kunjungan wisatawan dari dari luar negeri seperti Malaysia dan lainnya. Oleh karena itu, PHRI tidak bisa memprediksi apakah okupansi hotel pada Agustus ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun atau sebaliknya, mengingat pandemi covid-19 saat ini.

“Sejak awal terjadinya Covid- 19 pada Maret lalu, okupansi hotel di Bukittinggi nyaris merosot drastis. Di mana pada Maret dan April, okupansi hotel nol persen. Sedangkan Juni dan Juli okupansi hotel di bawah 50 persen. Alhamdulillah semenjak minggu ke dua Agustus ini, okupansi hotel rata-rata di atas 65 persen. Hal ini karena momen libur nasional dan cuti bersama,” tukas Vina. *

(sumber: harianhaluan.com)

News Feed