by

Bukittinggi Diserbu Masyarakat dan Wisatawan

Kota Bukittinggi di Sumatera Barat (Sumbar) menjadi destinasi masyarakat dan wisatawan saat libur panjang perayaan Tahun Baru Islam 1442 Hijriah serta cuti bersama yang ditetapkan pemerintah.

Kota wisata itu memang selalu menjadi lokasi menarik saat musim liburan.

Dilansir Liputan6.com, pengunjung memadati sejumlah destinasi wisata di Bukittinggi, seperti Jam Gadang, Kebun Binatang dan Panorama Ngarai Sianok.

Arus lalu lintas sejak 20 agustus juga ramai dari Kota Padang ke Bukittinggi, kemudian juga dari arah Payakumbuh ke kota wisata itu.

Kabid Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi, Suziyanti mengatakan memang ada peningkatan kunjungan wisatawan saat libur panjang kali ini.

“Lokasi yang ramai itu Jam Gadang dan Kebun Binatang Bukittinggi,” katanya, Jumat (21/8/2020).

Pemerintah Kota Bukittinggi, lanjutnya juga melakukan pengawasan di lokasi wisata untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). Di setiap objek wisata juga disediakan tempat mencuci tangan, kemudian tim di lapangan dibekali dengan alat pengukur suhu tubuh.

“Pengunjung yang masuk harus diukur suhu tubuhnya serta diwajibkan memakai masker,” ujarnya.

Suzi menjelaskan tim di masing-masing objek wisata juga akan mengingatkan wisatawan, agar tidak berkerumun dan menerapkan jaga jarak.

“Pelaku wisata di Bukittinggi beberapa waktu lalu juga sudah dilakukan swab test,” jelasnya.

Bukittinggi sejak lama memang menjadi favorit wisatawan, secara topografi kota tersebut berada di ketinggian sehingga pemandangan alamnya sangat memukau.

Panorama Ngarai Sianok misalnya, objek wisata ini merupakan paket lengkap bagi wisatawan. Di lokasi itu pengunjung dapat menikmati pemandangan yang sangat elok.

Selain itu di sana juga bisa masuk ke Lobang Jepang. Sesuai namanya, tempat ini dibangun pada masa penjajahan Negeri Matahari Terbit.

Lobang Jepang kini merupakan salah satu wisata sejarah populer di Bukittinggi. Di dalamnya pengunjung bisa temukan penjara, dapur umum, serta sederet ruangan lain yang dioperasikan ketika zaman penjajahan.

Kemudian objek wisata lainnya, yakni Jam Gadang, bertandang ke Bukittinggi tidak sah jika belum mengunjungi Jam Gadang yang sudah jadi simbol kota. Struktur ini merupakan peninggalan era Hindia Belanda dan sudah jadi ikon tersendiri di mata wisatawan.

“Ada istilah, kalau ke Sumbar tidak sah jika belum mengunjungi Kota Bukittinggi,” kata salah seorang pengunjung di Jam Gadang, Gusti (28).

Pemerintah setempat juga sudah membenahi kawasan sekitarnya hingga makin menarik untuk dikunjungi. Pengunjung akan menemukan air mancur mini, taman bunga, serta banyak pembaharuan lainnya.

Monumen setinggi 26 meter ini berada di tengah Taman Sabai Nan Aluih, dan sering dianggap sebagai titik nol Bukittinggi.*

(sumber: liputan6.com)

News Feed