by

Relawan Vaksin Corona di Jepang Akan Diberi Kompensasi

Pemerintah Jepang dilaporkan berencana menanggung biaya kompensasi jika ada masalah kesehatan yang timbul pada relawan uji coba vaksin virus corona.

Media Jepang, Nikkei, melaporkan bahwa pemerintah setempat mulai memikirkan biaya kompensasi itu setelah ada permintaan dari kuasa hukum yang mewakili sejumlah perusahaan farmasi penguji coba vaksin.

Mereka meminta pemerintah Jepang mempertimbangkan pemberian kompensasi itu karena pihak perusahaan farmasi tak akan sanggup menanggungnya sendiri.

Saat ini, Jepang sudah meneken kontrak dengan setidaknya dua perusahaan farmasi, yaitu Pfizer dan AstraZeneca, untuk uji coba 120 juta dosis vaksin dari masing-masing pihak.

Merujuk pada data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), secara keseluruhan kini ada 160 kandidat vaksin yang sedang dikembangkan, 30 persen di antaranya sudah memasuki tahap uji klinis.

Namun, tingkat keamanan dan efisiensi vaksin berbeda untuk tiap orang, bergantung pada latar belakang etnis relawan. Dengan demikian, vaksin yang sudah diuji coba secara luas di Eropa dan Amerika Serikat, bisa saja membawa dampak tak terduga bagi relawan di Jepang.

Risiko kesehatan dari uji coba vaksin ini kian besar karena WHO memasang target vaksin corona ditemukan dalam jangka waktu satu tahun. Biasanya, butuh waktu hingga 10 tahun untuk satu vaksin disetujui dan diproduksi massal.

Sejumlah negara bahkan mengizinkan perusahaan farmasi melonggarkan standar pembuatan vaksin di tengah pandemi Covid-19, sesuai dengan protokol WHO.

Amerika Serikat, misalnya, menurunkan ambang batas keampuhan vaksin dari 80 persen menjadi 50 persen khusus untuk virus corona.*

(sumber: cnnindonesia.com)

News Feed