by

Resesi, Ekonomi Jepang Minus 27,8%

Ekonomi Jepang menyusut 7,8% pada kuartal II 2020 (Quartal to Quartal/QtQ). Sedangkan secara tahunan, ekonomi Jepang minus 27,8% (year on year/yoy).

Kontraksi terbesar yang dialami Jepang ini disebabkan karena pandemi virus corona yang menurunkan daya beli serta menghancurkan bisnis, sehingga membuat resesi negara tersebut semakin dalam.

Konsumsi swasta yang menyumbang lebih dari setengah ekonomi Jepang, turun 8,2% untuk kuartal tersebut, lebih besar dari perkiraan analis penurunan 7,1%. Belanja modal turun 1,5% pada kuartal kedua, kurang dari perkiraan pasar median untuk penurunan 4,2%.

Jepang sendiri telah mengerahkan stimulus fiskal dan moneter besar-besaran untuk meredam pukulan dari pandemi, yang melanda ekonomi terhuyung-huyung dari kenaikan pajak penjualan tahun lalu dan perang perdagangan AS-China.

Sementara ekonomi telah dibuka kembali setelah pemerintah mencabut langkah-langkah darurat pada akhir Mei. Namun, atas kembali naiknya jumlah kasus infeksi covid-19, menyebabkan kekhawatiran mengaburkan prospek bisnis dan pengeluaran rumah tangga.*

(sumber: okezone.com)

News Feed