by

3.991 Pekerja Migran dari Malaysia Asal Karimun Dilibatkan Program Padat Karya

KARIMUN (HK)-Sebanyak 3.991 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karimun yang biasa bekerja di Malaysia tidak bisa kembali ke negeri jiran tersebut sejak masa pandemi covid-19. Mereka menyebar di 12 kecamatan di Kabupaten Karimun. Untuk menyambung hidup, saat ini kebanyakan diantara mereka bekerja serabutan.

Pemerintah Kabupaten Karimun, baik eksekutif maupun legislatif tidak tinggal diam melihat permasalahan ini. Kedua lembaga pemerintah tersebut, sedang merancang program pembangunan padat karya, agar semua PMI asal Karimun dengan jumlah hampir mencapai 4 ribu orang itu bisa bekerja. Anggaran program padat karya berasal dari APBD-Perubahan 2020.

“Pembangunan masih tetap berjalan dan insya Allah setelah APBD-Perubahan 2020 ini terealisasi, sekian persen yang belum berjalan akan kita kejar cepat, terutama kegiatan-kegiatan padat karya. Walaupun tidak besar, tetapi kegiatan tersebut ada,” ujar Ketua DPRD Karimun, Muhammad Yusuf Sirat.

Kaya Yusuf Sirat, program padat karya tersebut untuk mengakomodir masyarakat Karimun yang selama ini menggantungkan hidupnya di Malaysia namun belum bisa kembali karena kebijakan lockdown dari negara setempat.

“Alhamdulillah, berdasarkan pengamatan kami di lapangan, bahwa kegiatan yang berjalan sekian persen ini, sudah dapat mengakomodir saudara-saudara kita yang tadinya bekerja di Malaysia, sekarang tidak dapat masuk lagi untuk ikut sama-sama mengerjakan kegiatan-kegiatan yang bersifat padat karya,” ungkapnya.

Pihaknya sudah menyarankan Bupati Karimun selaku eksekutor agar segera melanjutkan pembangunan-pembangunan pada pertengahan 2020 ini terhadap kegiatan-kegiatan yang banyak melibatkan tenaga kerja di lapangan.

“Saya sudah sarankan kepada bupati agar segera melanjutkan pembangunan-pembangunan di tahun 2020 pertengahan ini terhadap kegiatan-kegiatan yang banyak melibatkan tenaga kerja lapangan. Sehingga, terakomodir bahwa masyarakat kita yang lebih dari 3 ribu orang bekerja di Malaysia sampai saat ini masih bisa menikmati,” Jelas Yusuf Sirat.

Yusuf Sirat mengatakan, berdasarkan survei yang pernah dilakukannya di lapangan, warga Karimun yang biasa kerja di Malaysia memiliki kualitas kerja yang luar biasa.

“Sehingga diimplementasikan, walaupun gaji tidak seberapa namun mereka ikut serta dalam pembangunan, alhamdulillah secepatnya kami minta merealisasikan lagi pembangunan-pembangunan ini menjelang investasi karimun akan masuk lagi,” tuturnya.

Padat karya merupakan kegiatan pembangunan yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan tenaga mesin. Tujuan utama dari program padat karya adalah untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat, terutama yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap. (ham)

News Feed