by

Kisruh Perizinan Sawit PT CSA, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Lingga

Lingga (HK) – Kisruh persoalan penerbitan izin perusahaan perkebunan sawit PT Citra Sugi Aditya (CSA) di Kabupaten Lingga oleh PTSP Provinsi Kepri terus berlanjut.

Wakil Ketua 1 DPRD Lingga, Azizi Martindas, mensinyalir ada potensi tambang di balik dipermasalahkanya izin perkebunan sawit ini oleh Pemkab Lingga.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua 1 DPRD Lingga ini menanggapai pernyataan staf ahli Bupati Lingga bidang Investasi dan promosi Lingga Ady Indra Pawennari sebelumnya di beberapa media.

Sebelumnya, di beberapa media online Kepulauan Riau, Ady Indra Pawennari menyampaikan proses pengurusan penerbitan perizinan PT CSA di bidang perkebunan sawit itu tak lazim dan cacat hukum, serta dalam proses pengurusanya sungsang.

“Supaya mudah dipahami, penerbitan izin usaha PT. CSA itu sungsang. Seharusnya AMDAL atau izin lingkungan dulu, baru izin perkebunan. Jadi, sangat keliru kalau mempertanyakan motivasi saya meluruskan penerbitan izin PT. CSA yang tak lazim itu. Demikian pernyataan Ady Indra Pawennari di beberapa media online Kepulauan Riau, Minggu (9/8/2020) kemaren,” uca,,p Aziz Martindas.

Hal itu disampaikannya oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Aziz Martindas yang sebelumnya sempat menanyakan motivasi Ady Pannewari yang terkesan terus menerus mengkritisi manajemen PT CSA terkait terbitnya perizinan ini.

Lebih lanjut, dikatakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Aziz Martindas lagi, kalau memang motiviasi Ady itu untuk kepentingan masyarakat Lingga, seharusnya berilah kemudahan bagi investor.

“Karena PT CSA ini mau investasi membangun kebun, lengkap dengan pabrik kelapa sawitnya, itu akan membuat PAD Kabupaten Lingga meningkat dan membuka lapangan pekerjaan yang banyak,” ujar Aziz
merespon pernyataan Ady tersebut.

Apalagi, lanjut Aziz Martindas, masyarakat Lingga saat ini membutuhkan solusi kongkrit dari pemerintah daerah, yaitu penciptaan lowongan kerja dan perbaikan perekonomian masyarakat. Itu yang mendesak saat ini.

“Kalau saya teliti dan perhatikan, perizinanan yang dimiliki PT. CSA sendiri sudah hampir selesai, berarti itu kan PT CSA memang serius untuk berinvestasi,” tambah Aziz lagi.

Kemudian, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lingga itu mengharapkan, agar semua pihak bersama-sama menciptakan iklim investasi di Lingga itu kondusif.

“Saya malah dapat kabar, bahwa saat ini ada beberapa perusahaan yang sedang melakukan survey mencari potensi tambang di atas lahan PT CSA,” papar Aziz Martindas lagi.

Jadi, lanjutnya, jika semua pihak memang benar-benar ingin berbuat untuk masyarakat Lingga, sudahilah berbalas pernyataan di media yang justru akan membingungkan masyarakat. Ujung-ujungnya, menimbulkan ketidakpastian hukum berinvestasi di Kabupaten Lingga.

“Toh, semua perizinan PT. CSA, mulai dari Izin Prinsip. Nomor : 522.1/EKON/024, tanggal 27 Januari 2005, dari Bupati Lingga, surat dukungan dari DPRD Lingga. Nomor : 170/TU-SETWAN/069, tanggal 28 Maret 2007 dan berbagai izin lain yang telah dikantongi PT CSA itu semuanya legal dan sah, dikeluarkan oleh instansi pemerintah Republik Indonesia,” tutup Wakil Ketua DPRD Lingga itu.(jfr)

News Feed