by

Istri Pasien Covid di Tanjungbatu Sempat Salaman dengan Penganten

KARIMUN (HK)-Munculnya informasi adanya 6 pasien baru covid-19 di Karimun membuat heboh masyarakat setempat. Sebelum keluarnya laporan resmi dari Pemkab Karimun melalui Kepala Dinas Kesehatan, Rachmadi melalui aplikasi WhatsApp, Senin (10/8/2020), sebagian masyarakat Karimun sudah mengetahui identitas 6 orang yang positif tersebut.

Informasi keenam orang yang postif itu menyebar melalui aplikasi WhatsApp berdasarkan laporan dari salah satu institusi atau lembaga negara yang bocor ke masyarakat.

Karena masyarakat sudah terlanjur tahu siapa saja yang sudah positif, mereka kemudian mencari tahu rekam jejak atau riwayat perjalanan dari masing-masing pasien.

Berdasarkan informasi yang diperoleh haluankepri.com, sebelum diisolasi di RSUD M Sani, Minggu (9/8/2020) malam, salah seorang pasien ikut shalat Jumat di salah satu masjid di Pulau Kundur dan satu mobil dengan rekan-rekannya ketika berangkat ke masjid. Bahkan, pada Sabtu (8/8/2020), istrinya menghadiri pesta pernikahan dan sempat bersalaman dengan kedua penganten tersebut.

“Saya mendapat informasi dari warga, kalau istri dari pasien yang positif tersebut sempat datang ke acara nikah dan salaman dengan penganten,” ujar salah seorang warga Tanjungbatu yang menghubungi haluankepri,com.

Kata dia, itu baru salah satu kegiatan yang terpantau ole warga, belum lagi kegiatan yang dilakukan selama seminggu terakhir di tengah-tengah masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk hari ini pihaknya fokus melakukan tracing (pelacakan) di Tanjungbatu, Kundur untuk mengetahui riwayat perjalanan 4 pasien yang merupakan klaster Tanjungbatu.

Rachmadi menegaskan, kepada seluruh keluarga ataupun yang merasa kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 agar melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Untuk saat ini, kami sudah meliburkan sejumlah pegawai di Puskesmas yang diduga sempat kontak erat dengan pasien positif di Tanjungbatu. Bagi masyarakat lain harus melakukan isolasi mandiri juga di rumah,” sebutnya.

Sementara, untuk warga Pulau Karimun yang diduga pernah melakukan kontak erat dengan dua pasien klaster Tanjungpinang juga sudah dilakukan tracing. Petugas juga sudah melakukan pengambilan sampel swab kepada 19 warga Karimun pada Minggu (9/8/2020).

“Untuk warga Pulau Karimun sudah kami lakukan tes swab sebanyak 19 orang pada hari Minggu, semuanya juga sudah dilakukan rapid test dengan hasil non reaktif,” sebutnya. (ham)

News Feed