by

Anggota Komisi I Geram, PT Rock International Tobacco Tidak Penuhi Hak Karyawannya

BATAM (HK) – Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha geram mendengar hebohnya masalah karyawan tetap PT Rock International Tobacco mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) massal secara sepihak oleh pihak manajemen perusahaan.

“Kita turut prihatin atas masalah ini. Perusahaan tidak patuhi Undang-Undang (UU) nomor 13 tahun 2013 tentang ketenagakerjaan,” kata Utusan Sarumaha kepada haluankepri.com, Senin (10/8/2020) siang.

Lanjut Utusan, perusahaan PT Rock jangan berlindung pada alasan Covid-19, kita memahami kondisi saat ini memang begitu berat bagi semua orang mulai dari pekerja perusahan kecil menengah maupun besar.

Namun perusahaan juga harus memikirkan masa pengabdian karyawannya yang sudah memberikan profit bagi perusahaan selama ini.

“Jangan masalah Covid-19 saat ini menjadi alasan pembenar untuk tidak mematuhi aturan yang sudah ada, itu sejatinya hanya modus pihak perusahaan saja,” tutur ketua fraksi Hanura DPRD Kota Batam itu.

Lanjutnya, oleh karena itu pihaknya meminta dengan tegas Manajement PT Rock International Tobacco harus patuhi Undang-Undang yang berlaku dan memberikan hak-haknya karyawan yang seharusnya diterima.

“Masalah ini akan kami koordinasikan secepatnya dengan komisi IV, agar segera dilakukan RDP, karena ini terkait dengan ketenagakerjaaan. Jika pihak perusahaan itu tidak mematuhi aturan yang sudah ada maka pimpinan perusahannya di blacklist saja, PMA itu harus bawa uang, bukan minjam uang,” tegasnya

Diberitakan sebelumnya, puluhan karyawan tetap PT Rock International Tobacco mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) massal secara sepihak oleh pihak Manajemen Perusahaan sejak Senin (27/7/2020) lalu. (dam)

News Feed