by

Apa Saja Peluang Usaha di Tengah Ancaman Resesi?

Pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,3% pada kuartal II-2020 secara tahunan (year on year/yoy). Akibatnya, ekonomi Indonesia berada di dalam ambang resesi.

Jika pada kuartal III-2020 mendatang ekonomi kembali minus, maka secara resmi Indonesia mengalami resesi. Indonesia akan menyusul negara-negara lainnya yang sudah lebih dahulu mengalami resesi seperti Jerman, Filipina hingga Singapura.

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini mengatakan di tengah situasi ketidakpastian ini selalu memiliki peluang. Asalkan individu tersebut mampu memenuhi dan membaca peluang yang ada.

“Di segala situasi sebetulnya ada peluang selalu ada peluang tinggal kita,” ujarnya, Sabtu (7/8/2020).

Apalagi menurut Mike, untuk mendongkrak ekonomi dan daya beli, pemerintah memberikan bantuan dan stimulus kepada para pekerja. Adalah pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta akan mendapatkan bantuan Rp600.000 per bulan selama 4 bulan.

Menurut Mike, dengan uang Rp600.000 yang diberikan pemerintah bisa digunakan untuk berbagai macam tergantung kebutuhan dari masing-masing individu. Misalnya adalah dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti misalnya membeli beras dan keperluan rumah tangga lainnya.

Atau bisa juga digunakan untuk membeli kebutuhan untuk menunjang pekerjaan. Seperti membeli kuota internet, membayar listrik karena adanya kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH).

Selain itu, bisa juga digunakan untuk membuka usaha. Ada beberapa jenis usaha yang bisa dipilih dari mulai membuka bisnis makanan rumahan hingga menjadi reseller.

“Misalnya yang paling gampang sekarang ini yang terkait kebutuhan karena dampak pandemi. Misalnya anda kreasi makanan rumahan yang bisa disimpan awet. Anda mungkin bisa bikin sendiri,” jelasnya.

Jika memang bantuan yang didapatkan belum cukup untuk modal usaha, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Misalnya dengan meninjau ulang pos pengeluaran dari usaha untuk mencari tahu apakah ada yang bisa dihemat.

Sebagai salah satu contohnya jika membuka masakan rumahan maka diperlukan modal untuk membeli bahan makanan dan juga peralatan masakannya. Jika modal yang dimiliki hanya Rp600.000 sedangkan berdasarkan perhitungan mencapai Rp1 juta, maka bisa dengan mengurangi pengeluaran lainnya.

Seperti tidak perlu untuk menyewa tempat karena bisnis bisa dijalankan di rumah. Selain itu, tidak perlu juga membeli peralatan masak baru karena bisa menggunakan yang sudah ada.

Lalu dari sisi promosi juga tidak perlu mencetak flyer, banner atau pamflet. Karena dengan memposting di media sosial seperti Instagram sudah cukup untuk jadi media promosi.

“Oh ternyata nggak harus beli kaya pancinya pake punya sendiri. Kompornya pake yang ada cuma fokus pada produksi makanannya saja.

Dan sarana pemasarannya pake yang mana yang paling gampang tentu kita pake yang free lah seperti social media, telegram,” jelasnya.

Selain berbisnis, uang Rp600.000 juga bisa digunakan untuk mengupgrade skill. Kemudian hasil updatean skill ini bisa digunakan untuk menawarkan bisnis jasa seperti desain dan sebagainya.

“Atau kita sudah punya skill keahlian tertentu misalnya kita bisa ngedesain bisa menulis kita mungkin perlu,” kata Mike.*

(sumber: okezone.com)

News Feed