by

Rusunawa Tanjung Uncang Sepi Penyewa. Ini Penyebabnya

Batam (HK) – Dikarenakan adanya rapid test atau surat kesehatan bebas dari Covid-19, rusunawa BP Batam yang berada di Tanjung Uncang, Batuaji jadi sepi.

Hal tersebut jadi salah satu syarat calon penghuni rusunawa atau masyarakat hambatan masyarakat dalam menyewa Rusunawa BP Batam di Tanjung Uncang tersebut.

“Memang ada saja yang datang menanyakan kamar di rusunawa. Tapi batal menyewa karena persyaratannya calon penghuni harus melampirkan rapid test Covid-19,” ujar Ramles, salah satu pengelola rusunawah BP Batam Tanjung Uncang, Jumat (7/8/20) siang.

Ia juga menilai bahwa syarat itu menjadi hambatan calon penyewa rusunawa. Karena kebanyakan calon penyewa batal memilik tempat tinggal di Rusunawa karena syarat tersebut.

“Syarat rapid test yang menjadi masalah saat ini,” ujarnya lagi menjelaskan.

Padahal diketahui, Rusunawa BP Batam, Tanjung Uncang memiliki dua blok A dan B. Masing-masing blok memiliki 90 kamar. Namun khusus blok B sempat dijadikan tempat karantina orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19.

“Saat ini di blok B sudah kosong (OPD-red). Tapi imbasnya penghuni balok A banyak yang keluar dari Rusunawa,” katanya.

Masih lanjutnya, saat ini di blok A baru diisi 24 kamar dari 90 kamar tersedia di gedung empat lantai. Sebelum blok B ditetapkan menjadi karantina Covid-19, penghuni di blok A mencapai 35 persen.

“Sekarang penghuni tinggal 15 persen, turun 10 persen. Mereka kebanyakan keluar karena takut tertular,” katanya.

Ia juga mengatakan, meski memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti kasur, kipas, lemari hingga kamar mandi dalam, namun membuat rusunawa tetap juga tak berminat lagi. Karna hal tersebut.

“Sebenarnya calon penghuni disini hanya bawa baju saja, semua fasilitas sudah terpenuhi didalam kamar. Dan harganya pun sangat terjangkau Rp 400 ribu perbulannya untuk lantai 1 dan 2. Sedangkan untuk lantai 3 dan 4 seharga Rp350 ribu belum termasuk biaya listrik dan airnya,” jelasnya kembali. (ded)

News Feed