by

Kisah Cinta Marlin-Rudi, dari Pandangan Pertama Turun ke Hati

KARIMUN (HK)-Banyak kisah cinta romantis yang dimulai dari pandangan pertama. Rasa suka bermula dari penglihatan hingga tumbuh menjadi kesetiaan. Seperti kebanyakan kisah cinta remaja tahun 90-an, begitu juga yang dirasakan Muhammad Rudi dengan Marlin Agustina, pada medio 1991 silam di Tanjungbalai Karimun.

Dari pandangan pertama hingga rasa itu mulai terjalin, begitulah awal kisah cinta Rudi dan Marlin. Rudi seorang polisi kala itu, ditugaskan di Polsek Karimun. Sementara, Marlin merupakan gadis SMA. Keduanya bertemu secara tak sengaja dalam kegiatan Pramuka. Cinta remaja lah namanya.

Rudi ikut bergabung menjadi Kakak anggota Pramuka Bhayangkari, terpesona akan keelokan rupa Marlin. Dari mata, rasa itu turun ke hati. Marlin pun merasakan demikian, hingga benih-benih cinta tumbuh bersemi di hati keduanya. Dua anak manusia itu akhirnya berikrar sehidup semati, mengucapkan sumpah setia menjadi pasangan suami-istri.

“Beliau itu dulu kakak Pramuka saya, sewaktu saya jadi anggota Pramuka Bhayangkari. Kisah cinta kami berawal dari pandangan pertama, akhirnya jatuh cinta hingga beliau melamar saya. Setamat sekolah, kami langsung menikah dan pindah ke Batam,” begitu Marlin Agustina berkisah di Tanjungbalai Karimun, Kamis, 6 Agustus 2020 sore.

Di Batam, Rudi masih melanjutkan karirnya sebagai polisi hingga 2004, kemudian dia mengundurkan diri dari anggota Polri dan berkecimpung dalam dunia politik. Karir politiknya sukses mengantarkan dia menjadi orang nomor satu di kota industri. Rudi jadi Walikota Batam.

Kesuksesan Rudi, tentu tak terlepas dari peran Marlin sebagai istri yang setia berada disampingnya. Sebagai seorang istri walikota, tentu dia juga memimpin berbagai organisasi perempuan. Beragam pengamalan berorganisasi dan kiat sukses mendampingi suami dan menjadi ibu bagi anak-anaknya, dia tularkan kepada masyarakat Karimun.

Kedatangan Marlin Agustina ke Tanjungbalai Karimun untuk bernostalgia, mengenang masa kanak-kanaknya di sebuah kampung kecil yang disebut Baran. Penggalan kisahnya itu disampaikan dalam pertemuan dengan sesepuh kampung, datok dan kawan-kawan sebayanya di ruang pertemuan Kelurahan Baran Barat.

Marlin merupakan ‘Budak Balai’, dia tinggal di belakang Joko Tole, Baran II. Dia hidup ditengah-tengah keluarga yang sederhana. ibunya berasal dari Pulau Buru, sementara bapaknya dari Tanjungbalai. Saat itu, Karimun masih berbentuk kecamatan dan belumlah menjadi sebuah kabupaten.

Seperti gadis lainnya pada masa itu, Marlin juga menghabiskan masa remajanya bermain dengan teman-teman sebaya. Tempat bermain yang paling membekas baginya adalah mandi di sungai. Dia masih ingat, saat kecil suka mandi di ‘Sungai Pak Umar’ yang berada tak jauh dari rumah orang tuanya.

“Dulu semasa kecik saye bersame kawan-kawan suke mandi di Sungai Pak Umar, ade pokok besar tempat kami biase meletakkan baju. Sekarang sungai itu dah tak ade. Saye juge ingat, waktu kecik dulu suke makan nasi lemak Pak Hamzah, nasi lemak itu pun dah tak ade lagi,” ujar Marlin bersenda gurau dengan logat Melayu yang kental.

Marlin Agustina memang anak Karimun, lahir dan besar di Tanjungbalai. Dirinya mengaku, pernah merasakan hidup susah semasa sekolah. Dia menamatkan sekolah dasarnya di SD Swasta Bakti Tugas yang berada di Komplek Bea Cukai, setamat SD dia masuk SMP Meral dan melanjutkan ke SMA 1 di Kapling.

“SD saya di Bakti Tugas, SMP di Meral dan SMA 1 Kapling. Saya pergi sekolah jalan kaki, mulai dari SD sampai SMA yang berada di Kapling. Zaman itu kalau sudah jam 5 bus tak ada lagi. Bayangkan, pulang sekolah dari Kapling harus jalan kaki, jam 7 malam baru sampai di rumah,” tuturnya.

Selain bernostalgia, kepulangan Marlin Agustina ke Karimun juga meminta restu dari seluruh masyarakat di kampungnya itu. Kepada sesepuh dia bertutur, ingin berbakti ke Kepri. Dia ingin maju menjadi kandidat bakal calon wakil gubernur Kepri berpasangan dengan Ansar Ahmad.

“Mohon doa restu kepada sesepuh, orang tua yang ada di Baran I, II dan III serta seluruh masyarakat Karimun. Saya nak mengabdikan diri di Kepri menjadi calon wakil gubernur mendampingi Pak Ansar Ahmad,” tutupnya. (ham)

News Feed