by

Haru, Nenek Buta Huruf Menangkan Gugatan di PTUN

Haru. Itulah perasaan saat Sumiyatun, nenek buta huruf di Demak, Jawa Tengah, yang sawahnya diserobot orang, gugatannya dikabulkan oleh majelis hakim di PTUN Semarang.

Nenek renta yang akrab disapa Mbah Tun itu seketika menangis ketika mendengar gugaatannya dikabulkan. Kepemilikan sawah yang sempat berpindah tangan ke orang lain, bakal kembali ke genggamannya.

Sesaat warga Desa Balerejo RT 5/2 Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, itu menangis haru. Air mata terus meleleh membasahi pipi keriputnya. Ungkapan syukur yang tak diungkapkan melalui kata-kata, melainkan tangis sesenggukan.

Koalisi Peduli Mbah Tun (BKBH Fakultas Hukum Unisbank, Unit Bantuan Hukum DPC PERADI RBA, dan LBH Demak Raya) turut andil dalam kemenangan gugatan tersebut. Mereka berada di garda depan agar Mbah Tun kembali mendapatkan haknya.

Koordinator Koalisi Peduli Mbah Tun, Sukarman, mengatakan, dalam perkara No.23/G/2020/PTUN, majelis hakim mengabulkan semua gugatan. Untuk itu, dia memberikan apresiasi kepada PTUN karena jeli dan cemat dalam memutus perkara.

“Putusan ini menegaskan bahwa pengadilan masih layak dijadikan tempat mencari keadilan bagi Mbah Tun,” ungkap Sukarman, Kamis (6/8/2020).

Dalam putusan yang dibacakan secara daring itu, hakim menyatakan tidak sah peralihan sertifikat hak milik (SHM) No 11 oleh pemenang lelang bernama Dedy Setyawan Haryanto. Memerintahkan kepada tergugat dalam hal ini BPN Demak untuk mengembalikan kedudukan SHM No 11 dari Dedy Setyawan kepada Sumiyatun.

“Mewajibkan kepada tergugat dalam hal ini BPN Demak mencoret peralihan SHM atas nama Dedy Setyawan,” jelas dia.

Ketua DPC PERADI RBA Broto Hastono menambahkan, dalam waktu dekat akan membuat surat kepada Ketua Pengadilan Negeri Demak dengan melampirkan salinan putusan PTUN yang sudah menyatakan Mbah Tun menang. Terdapat dua putusan sekaligus, yaitu putusan No.23/G/2020/PTUN oleh PTUN dan putusan Mahkamah Agung No. 139 K/Pdt/2015.

“Kedua putusan ini sudah tegas bahwa Mbah Tun adalah pemegang sah secara hukum atas tanah sawah seluas luas ± 8.250 m². Dengan putusan ini tidak selayaknya PN Demak tetap melakukan eksekusi atas permintaan pemenang lelang,” lugasnya.*

(sumber: okezone.com)

News Feed