by

Ini Sederet Fakta Bos PT Rock International Tobacco Diindikasikan Bakal Kabur

Batam (HK) – Bos Perusahaan PT Rock International Tobacco diindikasikan bakal kabur pasca terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dialami puluhan karyawan pada Senin (27/7/2020) lalu.

Hal itu terkuak setelah salah satu karyawan senior yang membidangi ekspor- impor, Ellen Tambunan di perusahaan tersebut membeberkan sejumlah fakta setelah isu PHK massal mencuat.

Pertama, awal tahun 2020, karyawan kontrak dihabiskan

Ia mengatakan, sebelumnya pada tahun 2018-2019 terakhir, perusahaan yang memproduksi rokok merk luar negeri itu memiliki orderan yang luar biasa, sehingga seluruh pekerja diwajibkan untuk over time (lembur).

Ditahun 2020 sejak awal Januari, perlahan satu persatu, seluruh karyawan kontrak tampak sengaja dihabiskan oleh pihak perusahaan hingga tersisa sekira 60-an karyawan permanen di perusahaan itu.

“Namun, setelah awal Juli 2020, tiba-tiba perusahaan mengalami kesulitan keuangan, maka seluruh karyawan terpaksa diliburkan hingga waktu yang tidak ditentukan sejak Senin (6/7/2020) lalu,” kata Ellen, Selasa (3/8/2020).

Kedua, perusahaan sewa sekelompok orang

Tiga hari kemudian pada Jumat (10/7/2020), perusahaan mengundang karyawan untuk meeting membahas mesin yang hendak dikeluarkan dari area Perusahaan tanpa ada persetujuan sah dari Mr Zhuguang selaku Direktur PT Rock International Tobacco.

“Terus saya terkejut, kenapa mesin dikeluarin, sementara kami sedang diliburkan. Ini lah salah satu indikasi. Sementara Mr Zhuguang saat ini masih di Cina semenjak awal wabah Covid-19,” ucapnya.

“Saat itu saya bersikeras untuk menahan mesin-mesin agar tidak di keluarkan dari perusahaan dengan meminta bukti atas perintah siapa mengeluarkan mesin ini,” ucap Ellen.

Selama masa libur, diperkirakan mencapai 50 orang pria bertubuh besar sengaja diperintahkan untuk berjaga-jaga di area perusahaan. Bahkan karyawan dilarang masuk ke area perusahaan oleh pria bertubuh besar itu.

“Awalnya, perusahaan sewa sekelompok orang untuk jaga aset-aset perusahaan, Tapi ada indikasi mereka justru memang mau keluarkan aset perusahaan,” ucap Ellen.

Bahkan, Senin (3/8/2020) sekira pukul 23.00 ada beberapa mobil box masuk kedalam untuk mengangkut mesin-mesin ini. Namun kami tahan karena ada karyawan yang sengaja piket malam langsung menghubungi saya.

Ketiga, perusahaan PHK massal tanpa perundingan bipartit

Seiring berjalannya waktu, tiba-tiba pihak perusahaan mengeluarkan selembar surat pemberitahuan PHK kepada seluruh karyawan PT Rock International Tobacco pada Senin (27/7/2020) tanpa ada perundingan Bipartit.

Tak hanya itu, bahkan seluruh karyawan yang mengalami PHK massal itu pun tidak diberikan uang pesangon oleh pihak perusahaan. Lantas hal ini tidak sesuai dengan aturan UU ketenagakerjaan.

“Pertanyaannya sekarang, kenapa Security di perusahaan ini sebelumnya ikut di-PHK. Ini perusahaan malah menggaji segerombolan orang untuk jaga perusahaan. Ada apa dengan perusahaan ini.

Bahkan Ia menduga, terjadinya PHK massal ini karena perusahaan menilai pihaknya seolah menjadi hambatan. “Karena kami tidak pernah setuju mesin dikeluarkan dari area perusahaan, akhirnya kami dikeluarkan dari PT ini, indikasinya seperti itu,” bebernya.

“Kalau hak-hak kami dibayar sesuai undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku, kami tidak peduli mau dijual mesin-mesin PT itu. Yang penting hak-hak kami diselesaikan dulu.”

Keempat, keberadaan pemilik saham tidak diketahui

“Saat audiensi bersama pihak perusahaan yang didampingi langsung oleh Dinas Ketenagakerjaan, kita meminta kepada perusahaan hak-hak kami dipenuhi. Namun, pihak perusahaan tidak bisa menjawab langsung saat itu, hanya saja, mereka menyebut nanti akan kami sampaikan kepada Direktur utama Mr Zhuguang,” kata Ellen.

“Sementara keberadaan pemilik saham tidak diketahui, masa iya bos pemilik saham tidak diketahui keberadaannya. Aneh kan?” sebutnya.

Sekedar diketahui, PT Rock International Tobacco mulai beroperasi pada tahun 2004 silam. Pabrik rokok yang beralamat di Citra Buana Park III lot 18, Batam Center dipimpin oleh Mr Zhuguang sebagai Direktur Utama (WN China) dan pemilik selaku pengambil kebijakan Andrew (WN Hongkong).

PT Rock International Tobacco mem produksi rokok berbagai merk luar negeri, seperti merek Yunyan Purple, Win MSA, Honghe Brass yang diekspor ke berbagai negara, yakni Singapore, Panama, USA dan Kanada.

Diberitakan sebelumnya, puluhan karyawan tetap PT Rock International Tobacco mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) massal secara sepihak oleh pihak Manajemen Perusahaan.

Tak pandang bulu, baik dari manajemen security, manajemen produksi bahkan staf kantor juga mengalami PHK secara massal oleh pihak perusahaan sejak dikeluarkannya surat pemberitahuan PHK pada Senin (27/7/2020) lalu.

Hingga berita ini diunggah, pihak Perusahaan PT Rock International Tobacco belum dapat dikonfirmasi guna dimintai keterangan lebih lanjut. (bob)

News Feed