by

Anda Demam? KPU Batam Siapkan Bilik Suara Khusus di TPS

Batam (HK) – Di tengah wabah pandemi, pemerintah pusat terus mengkaji sejumlah aturan untuk Pemilu mendatang, termasuk untuk perorangan yang demam saat hari hak pemilihan umum di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Herigen Agusti, mengatakan pihaknya tetap mengakomodir hak pemilih yang demam.

Yakni, menyiapkan bilik khusus di tempat pemungutan suara, bagi pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat celcius (demam). Hal ini sebagai upaya mencegah penularan virus corona.

“Acuannya tetap menjalankan protokol kesehatan. Bagi mereka (pemilih) suhu tubuh diatas 37,3 derajat celcius, maka diarahkan menggunakan bilik suara khusus,” kata Herigen Agusti.

Bilik khusus itu akan disiapkan di seluruh TPS di penjuru Kota Batam. Oleh sebab itu, maka jumlah bilik di tiap TPS bertambah. Dari awalnya yang direncanakan hanya empat bilik suara, maka dengan bilik khusus, menjadi lima setiap TPS.

“Dengan adanya wabah Covid-19, kami tambahkan satu bilik suara untuk warga yang suhu tubuhnya di atas ketentuan,” ucap Herigen.

Tak hanya itu, pihaknya juga masih mengkaji penyemprotan disinfektan usai digunakan oleh warga yang diindikasikan demam. “Masih menunggu aturan teknis yang lebih detil dari KPU pusat,” sebutnya.

Meski begitu lanjut Herigen, KPU akan menyiapkan masker bagi warga yang lupa membawa penutup hidung dan mulut itu ke TPS.

“Karena sifatnya hanya untuk membantu warga yang lupa, maka jumlah masker yang disiapkan relatif tidak banyak hanya untuk warga yang sekiranya kelupaan saja,” ujar Herigen.

Diketahui, KPU Batam mendapatkan dana Rp3,7 miliar dari APBN untuk pengadaan alat pelindung diri bagi seluruh penyelenggara Pilkada Serentak 2020.

Menurut Herigen, awalnya KPU Batam telah menyepakati nota kesepahaman dengan pemerintah daerah setempat untuk anggaran pengadaan APD bagi penyelenggara.

“Namun APBN kemudian menyalurkan dana hibah, sehingga kesepahaman dengan Pemkot Batam direvisi, demi menghindari penganggaran ganda,” katanya.

“Ini di luar rapid test, Rapid test tetap Pemko Batam. Untuk pemilu kali ini, lumayan menelan anggaran lebih dibandingkan sebelumnya, hal itu disebabkan pengadaan alat pelindung diri baik bagi masyarakat maupun bagi petugas KPU,” tutupnya. (bob)

News Feed