by

Sembari Tunggu Data AS, Minyak Dunia Berpotensi Memanas Lagi

JAKARTA (HK)-Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (5/8/2020), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun 0,1 persen atau 0,04 poin ke level US$41,66 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 09.50 WIB.

Artinya, harga minyak berpeluang melanjutkan penguatan seiring dengan proyeksi berkurangnya cadangan di Amerika Serikat.

Sementara itu, harga minyak Brent untuk kontrak Oktober koreksi 0,02 persen atau 0,01 poin ke level US$44,42 per barel di ICE Futures Europe exchange.

Harga minyak WTI dan Brent menguat masing-masing 1,7 persen dan naik 0,6 persen pada hari Selasa (4/8) menyusul ledakan besar mengguncang pelabuhan utama Beirut, Lebanon.

Peristiwa ini meningkatkan kekhawatiran tentang ketidakstabilan baru di Timur Tengah. Pihak berwenang belum mengatakan apakah itu kecelakaan atau serangan.

Laporan Monex Investindo Futures menyebutkan tren kenaikan harga minyak berpeluang berlanjut setelah kemarin berakhir menguat US$0.76 di level US$41,53 untuk menguji level resistan di US$42.00 – US$43.00.

“Tiga sentimen yang mendorong harga minyak dalam jangka pendek ialah pelemahan dolar AS, sinyal berkurangnya penyebaran virus corona di AS, dan turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan American Petroleum Institute (API) semalam,” ujarnya, Rabu (5/8/2020).

Namun, harga minyak berpeluang untuk berbalik turun, menguji support di US$$41.00 – $40.00 jika data cadangan minyak yang dirilis oleh Energy Information Administration (EIA) pukul 21:30 WIB menunjukkan kenaikan cadangan. [*]

sumber:bisnis

News Feed