by

Pemeriksaan Sampel Swab Warga Kepri Tuntas

Tanjungpinang (HK)- Pemeriksaan sample swab masyarakat Kepri akhirnya tuntas dan bakal diketahui. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, H. TS Arif Fadillah di Tanjungpinang, Rabu (5/8/2020).

“Kita mencari solusi langsung atas permintaan orang tua kita, tokoh masyarakat, dan tokoh adat yang resah karena merasa lama menunggu hasil swab. Permintaan untuk penambahan tenaga analis, jasa lembur dan pereaksi kimia langsung kita setujui. Tujuannya supaya proses pemeriksaan sampel tuntas cepat,” ujar Arif.

Menurut Arif, dua dari empat tenaga analis yang disiapkan sudah mulai bekerja. Dengan begitu total analis sudah 18 orang, dengan rincian 16 analis dari BTKLPP, dua orang analis dari Kepri. Kegiatan lemburpun telah berjalan.

“Kita berharap semua pemeriksaan hasil swab masyarakat Kepri tuntas hari Kamis (6/8) ini, ” harap Arif.

Harapan yang sama juga disampaikan Kepala Sub Tata Usaha Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam, Ismail. Dia berharap dengan bantuan dari Gubernur Kepri pemeriksaan bisa dituntaskan.

Ismail menjelaskan, sampai Selasa (4/8) jumlah sampel yang masuk ke laboratorium BTKLPP Klas 1 Batam sejak Sabtu (1/8) s.d Selasa (4/8) pukul 18.00 sebanyak 1.242 sampel.

Jumlah sampel yang sudah on proses pada Senin (3/8) sebanyak 520 sampel. Dan pada Selasa (4/8) sebanyak 580 sampel. Sisa sampel yang masih waiting list sebanyak 142 sampel.

“Pada Senin (3/8) sampel yang sudah dilakukan PCR sebanyak 388 sampel sedang pada hari Selasa sebanyak 365 sampel. Sisanya 389 sampel belum proses PCR ( tahap ekstraksi+ mixing),” jelas Ismail.

Supaya bisa cepat tuntas, lanjut Ismail, BTKLPP juga meminta bantuan RSKI Galang dengan dikirim sebanyak 100 sampel, Rabu (5/8) sisa yang masih on proses sebanyak 389 sampel bisa di selesaikan.

“Untuk sampel yang sudah diproses PCR belum semua bisa diinput hasilnya karena masih ada yang belum lengkap data registernya sehingga analis kesulitan untuk menginput hasil pemeriksaan. Di harapkan kami bisa melengkapi registrasi sehingga analis bisa menginput hasil pemeriksaan dan bagian publish bisa melakukan verifikasi dan validasi data publish. Agar segera bisa di publish sehingga masyarakat yang hasilnya negatif bisa tenang dan bekerja seperti biasa,” tutup Ismail. (efr)

News Feed