by

Pasien dari Tanjungbatu Diisolasi di RSUD M Sani Karimun

KARIMUN (HK)-Setelah 2 warga Pulau Buru, Kecamatan Buru menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD M Sani, kali ini datang satu orang pasien lagi yang menghuni lantai 6 rumah sakit plat merah milik pemerintah itu.

Pasien tersebut seorang laki-laki berusia 46 tahun, dia awalnya mengalami sesak nafas dan pergi berobat ke Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT). Kemudian, pihak RSBT merujuk pasien tersebut ke RSUD M Sani Karimun.

“Hari ini ada 3 orang suspek (yang sebelumnya disebut PDP). Pasien tersebut mengalami sesak nafas. Awalnya, dia datang berobat ke RSBT, namun dirujuk ke RSUD M Sani,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi di Tanjungbalai Karimun, Rabu (5/8/2020).

Kata Rachmadi, pasien tersebut mulai dirawat sejak Selasa, 4 Agustus 2020. Pasien juga telah menjalani rapid test dengan hasil non reaktif. Ketika ditelusuri, dia tidak memiliki riwayat perjalanan dari luar Karimun.

Rachmadi menjelaskan, untuk pasien yang dirawat karena diduga mengalami gejala covid-19 tidak lagi menggunakan istilah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), melainkan istilah suspek. Sejak munculnya kasus covid-19, jumlah kumulatif suspek di Karimun hingga hari ini mencapai 349 orang.

“Jumlah suspek yang diisolasi di rumah sakit sebanyak 349 orang. Semuanya sudah selesai dilakukan pemantauan,” jelasnya.

Dikatakan, hingga saat ini jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 7 orang, dengan rincian bergejala 3 orang dan tanpa gejala 4 orang. Dari jumlah itu, jumlah kasus impor atau memiliki riwayat perjalanan sebanyak 3 orang dan tanpa riwayat perjalanan 4 orang. Pasien yang sudah sembuh sebanyak 6 orang.

Menurut dia, jumlah kasus yang diambil spesimen atau swab selama 24 jam terakhir sebanyak 12 orang dan secara kumulatif sebanyak 110 orang.

Sejak merebaknya wabah covid-19, jumlah warga yang menjalani rapid test sebanyak 2.026 orang dengan reaktif 27 orang. Sisanya, dinyatakan non reaktif. (ham)

News Feed