by

Agar Batam Tidak Krisis Air, Apa yang Meski Dilakukan?

Konsumsi air masyarakat Batam dinilai begitu besar yang mencapai 200 liter per hari per kapita. Padahal seyogianya, konsumsi air per kapita per hari sebanyak 144 liter.

“Dengan jumlah penduduk Batam yang mencapai 1,3 juta dengan pasokan air air baku di waduk-waduk Batam yang terbatas, salah satu langkah yang meski dilakukan adalah berhemat mengonsumsi air,” ucap Manajer Air Baku Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Hadjad Widagdo.

Dia menjelaskan, meski Batam memiliki sejumlah waduk, namun, persediaan air baku di waduk-waduk di Batam begitu terbatas.

“Ditambah lagi, Batam tidak memiliki sungai atau mata air yang menjadi sumber air baku di Batam. Sementara waduk-waduk di Batam sebagai tempat menampung air baku, hanya mengandalkan air hujan. Jika musim kemarau tiba, tidak jarang Batam mengalami krisis air. Sebab itu, salah satu upaya mempertahankan pasokan air di Batam adalah dengan berhemat,” terangnya lagi.

Berdasarkan data yang dikutip dari Badan Pengusahaan (BP) Batam, ada sejumlah waduk di Batam, diantaranya:
– Waduk Duriangkang, volume 78.180.080 m3 dengan kapasitas 2.122,53 liter per detik;
– Muka Kuning, volume 12.270.000 m3 dengan kapasitas 284,35 liter per detik; – Nongsa, volume 720.000 m3 kapasitas 34,82 liter per detik;
– Sei Harapan, volume 3.600.000 m3 dengan kapasitas 210, 91 liter per detik;
– Sei Ladi, volume 9.490.000 m3 dengan kapasitas 240,68 liter per detik;
– Tembesi, volume 41.876.080 m3 dengan kapasitas 600 liter per detik;
– Rempang, volume 5.166.400 m3 dengan kapasitas 232 liter per detik.

Selain itu, ada satu waduk yakni Waduk Baloi yang memiliki memiliki volume 270.000 m3 dengan kapasitas 60 liter/detik, tapi, sayang, waduk ini tidak bisa difungsikan lagi. Soalnya aktifitas di sekitar waduk begitu banyak yang berdampak terhadap tidak baiknya kualitas air baku yang ada di waduk tersebut.

Hadjad mengungkapkan, air merupakan salah satu komponen yang menjadikan Batam kompetitif di mata kalangan investor.

“Tanpa air, Batam tidak ada apa-apanya. Karena itu, persediaan air menjadi salah satu prioritas utama di Batam. Dukungan warga sangat diharapkan. Bagaimana? Ya, dengan cara berhemat menggunakan air,” pungkasnya. (hkc/adv)

News Feed