by

Puluhan Karyawan Tetap PT Rock International Tobacco di PHK Massal Tanpa Pesangon

BATAM(HK)-Puluhan karyawan tetap PT Rock International Tobacco mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) massal secara sepihak oleh pihak manajemen perusahaan.

Tak pandang bulu, baik dari manajemen security, manajemen produksi bahkan staf kantor juga mengalami PHK secara massal oleh pihak perusahaan sejak dikeluarkannya surat pemberitahuan PHK pada Senin (27/7/2020) lalu.

“Awalnya kami diliburkan dengan waktu yang tidak ditentukan oleh perusahaan sejak Senin (27/7/2020) lalu,” ungkap Gim Gim Setia Permana salah satu karyawan tetap yang sudah bekerja selama 10 tahun, Selasa (4/8/2020) siang.

“Namun tiga hari kemudian setelah itu pihak perusahaan mengeluarkan surat pemberitahuan PHK secara tiba-tiba tanpa ada perundingan,” tambahnya.

Menurutnya, keputusan pihak perusahaan PT Rock yang memproduksi rokok itu tidak masuk akal, karena sudah tidak sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku.

Dikatakan, adapun alasan pihak perusahaan membuat keputusan secara sepihak itu karena perusahaan sudah tidak sanggup lagi beroperasi dan menggaji karyawan sejak pandemi Covid-19.

“Alasan perusahaan sudah tidak memiliki uang lagi, sehingga kami terpaksa dihabiskan tanpa pesangon. Ini sangat tidak masuk akal,” kata Gim Gim yang sebelumnya bekerja di area Stroe.

“Sementara pertengahan bulan Juli 2020, perusahaan masih produksi, lalu tiba-tiba kami di PHK massal. Ada apa dengan perusahaan ini,” sebutnya.

Hal senada, seorang karyawan lainnya juga mengatakan PHK massal tersebut itu dilakukan secara sepihak tanpa ada perundingan.

“Saya sudah 13 tahun bekerja di Perusahaan ini, bahkan saya sudah karyawan tetap disini sangat menyayangkan keputusan perusahaan ini. Secara sepihak perusahaan telah melakukan PHK. Kenapa setega itu mereka,” kesalnya.

Lanjutnya, kalaupunPerusahaan sudah tidak sanggup lagi, beroperasi sejak Pandemi Covid-19 ini. Seharusnya hak-hak kami dipenuhi donk. Jangan seenaknya main PHK aja.

“Ini malah menyewa segerombolan preman untuk penjagaan di perusahaan ini. Gak masuk akal,” ucap wanita itu.

Pantauan haluankepri.com, puluhan pria berkulit hitam tampak berjaga-jaga di area perusahaan. Diketahui, puluhan pria itu sengaja di perintahkan pihak perusahaan untuk melakukan penjagaan aset.

Hingga berita ini diunggah, pihak perusahaan belum dapat dikonfirmasi guna dimintai keterangan lebih lanjut. (bob)

News Feed