by

Klaster Baru Corona di Sumbar mulai dari Instansi Pemerintahan hingga Kampus

Jumlah kasus covid-19 di Sumatra Barat, kembali merangkak naik. Bahkan memecahkan rekor terkonfirmasi positif terbanyak untuk uji sampel harian spesimen sejak pandemi mematikan ini mewabah di Ranah Minang pada 26 Maret 2020 lalu.

Berdasarkan catatan resmi Pemerintah Provinsi Sumbar, kurva covid-19 mengalami tren kenaikan sejak tiga hari belakangan. Mulai dari 16 kasus terkonfirmasi, lalu naik menjadi 17 kasus dan melesat tajam di angka 41 kasus pada Jumat kemarin.

Menurut Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, pasien yang terkonfirmasi positif terserang covid-19 tersebut, didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga kesehatan, pegawai BUMD, BUMN, serta tenaga pendidik.

Dengan analisis sementara, tren kenaikan kasus terkonfirmasi ini berasal dari imported case. Untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, seluruh ASN yang datang dari luar Sumbar, diwajibkan test swab terlebih dahulu terutama yang melalui jalur udara dan darat.

“Sekarang, sudah muncul klaster baru di tempat kerja yang selama ini belum bermunculan. Klaster baru tersebut diantaranya salah satu BUMN, BUMD dan Kampus. Beberapa daerah pun berubah status dari hijau jadi kuning atau oranye dan kemungkinan, nantinya ada yang masuk ke zona merah kalau tidak segera dikendalikan” kata Irwan Prayitno, Sabtu (1/8/2020).

Dia menegaskan, dirinya sudah menginstruksikan kepada seluruh kepala SKPD untuk kembali mengingatkan jajaran staf di lingkungan kerja masing-masing agar lebih mematuhi lagi protokol kesehatan. Karena jika tidak, maka tidak menutup kemungkinan lonjakan penyebaran covid-19 terjadi lagi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, karena berdasarkan tracing sebagian besar yang terpapar covid-19 itu berasal dari luar Sumbar. Maka untuk seluruh ASN yang tiba dari zona merah, seperti Pulau Jawa dan beberapa provinsi lainnya wajib menjalani test PCR dengan biaya digratiskan.*

(sumber: vivanews.com)

News Feed