by

KEK Akan Dongkrak Ekonomi Batam. Ini Penjelasannya

Baru-baru ini pemerintah menyetujui dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam yakni Nongsa Digital Park (NDP) dan Maintenance Repair Overhaul (MRO) Batam Aero Technic. Ini tentu menjadi kabar baik, stimulus, sekaligus menjadikan Batam makin kokoh sebagai kawasan investasi.

Disetujuinya KEK itu akan memberi ruang hadirnya investasi besar. Dalam rencana investasi KEK MRO, Grup Lion pada 10 tahun pertama setelah disetujui, diperkirakan menyerap investasi senilai Rp6,2 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak hampir 10.000 orang.

Sementara itu proyek NDP yang dikelola oleh PT Tamarin akan menyerap investasi Rp16 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 6.500 orang hingga 2030 mendatang dengan luas lahan 166,45 hektar.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengungkapkan, KEK NDP diharapkan menjadi entry point untuk perusahaan IT International dari Singapura dan Manca Negara, ditetapkan menjadi IT Hub Digital Bridge Indonesia ke Singapura & Manca Negara. Menghemat devisa negara dalam bisnis digital hingga Rp20-30 triliun per tahun dengan kontribusi terbesar dari sektor data center dan pendidikan Internasional.

Sedangkan kehadiran KEK MRO BAT diharapkan dapat menghemat devisa 65-70% dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri. Dalam jangka menengah diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar 12.000 unit pesawat dan nilai bisnis sebesar US$100 miliar pada tahun 2025.

Untuk hal ini, Rudi mengatakan, BP Batam akan berkomitmen untuk mengawal proses administrasi hingga akhir, agar pembentukan dua KEK di Batam tersebut tidak menemui kendala.

“Kami akan berupaya secara maksimal untuk mengawal proses administrasi usulan pembentukan KEK NDP dan MRO Batam Aero Technic selama satu atau dua bulan ke depan, sehingga diharapkan program ini dapat terlaksana dengan baik,” terangnya lagi.

Dikatakannya, disetujuinya dua KEK ini menjadikan Batam semakin unggul sebagai kawasan tujuan investasi.

Rudi melanjutkan, investasi menjadi fokus BP Batam. “Untuk itu, infrastruktur menuju kawasan investasi akan ditingkatkan,” kata Rudi.

“Kami berkomitmen untuk mengawal proses administrasi hingga akhir, agar pembentukan dua KEK ini tidak menemui kendala,” tuturnya lagi. (hkc/adv)

News Feed