by

Putra Siregar Klarifikasi dan Mengaku Dijebak, Jaksa : Nanti Diuji Bukti di Persidangan

BATAM (HK) – Pengusaha muda asal Kota Batam, Putra Siregar yang tersandung kasus penyelundupan 191 Handphone ilegal memberikan klarifikasi atas penetapannya sebagai tersangka.

Melalui akun Facebook miliknya di group Putra Siregar merakyat, ia menyebutkan bahwa kasus tersebut terjadi pada tahun 2017 silam.

Blak-blakan, ia mengatakan bahwa dirinya merasa dijebak oleh rekannya sendiri.

“Aku dijebak, aku disuruh beli barang oleh kawanku sendiri, tapi begitu sampai, ternyata dia datang bersama petugas bea dan cukai. Aku dijebak,” ujar Putra dilansir lewat video siaran langsung Facebook miliknya, Selasa (28/7/2020) siang.

Menanggapi pernyataan tersebut, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Ady Wira menyebut bahwa pernyataan klarifikasi Putra Siregar itu sah-sah saja.

“Namun, terkait dengan pokok materi perkara, nanti akan diuji dalam pembuktian di persidangan,” tegas Ady saat dihubungi haluankepri.com, Kamis (30/7/2020) sore.

Sebelumnya, Kata Ady dalam perkara tersebut pihaknya terima tahap 2 dari penyidik Kanwil Bea dan Cukai Jakarta pada ( 23/7/2020) lalu.

“Jadi, dalam waktu dekat setelah sempurnakan surat dakwaan akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur,” sebut Ady.

“Namun teekait dengan perihal proses penyidikan bisa konfirmasi langsung ke Penyidik Kanwil BC Jakarta,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakan, terhadap tersangka Putra Siregar ia masih berstatus penahanan Kota, “tersangka penahanan kota selama 20 hari,” ucap Ady.(bob)

News Feed