by

Perlu Sikap Optimis Hadapi Pandemi covid-19

Pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir telah membuat banyak orang gelisah, kecewa, bahkan frustasi. Mau tidak mau, masyarakat ‘dipaksa’ untuk mengubah perilaku hidup, bahkan bagi sebagian orang, mereka harus bertahan di tengah kondisi sulit tanpa penghasilan.

Semua orang yang merasakan dampak virus ini banyak yang mengalami gangguan psikologis yang serius terutama bagi mereka yang tidak siap mental. Kendati demikian, Psikolog Meity Arianty tetap optimistis dan mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah yang terselip dibalik setiap kejadian.

“Siapa yang enggak stres, frustasi, bosan, marah, atau kecewa dengan kondisi ini. Tetapi ini harus kita lewati dan harus dihadapi. Namun percayalah, cepat atau lambat kita jadi berdamai dengan keadaan karena mau enggak mau kita harus menerima kondisi ini,” ungkapnya.

Meity mengatakan, cepat atau lambat kita akan mampu menerima dan berdamai dengan situasi ini. Terlebih mereka yang memiliki keseimbangan emosi yang baik.

Menurut Meity, orang-orang yang fokus dengan apa yang dihadapi saat ini, orang-orang yang bersikap optimis, dan memiliki keyakinan bahwa semua ini akan berlalu lebih tahan dalam menghadapi cobaan di tengah pandemi Covid-19.

“Orang-orang dengan keseimbangan emosi yang baik akan memiliki keyakinan bahwa musibah ini akan segera berlalu sehingga mereka lah yang akan mampu bertahan dan berjalan maju ke depan,” tutur Meity.

Mereka yang waspada akan Covid-19, lanjut Meity, secara tidak langsung mereka akan mengubah kebiasaan hidup menjadi lebih sehat. Seperti lebih rajin mencuci tangan, menjaga kesehatan, dan lain-lain.

“Jika semua orang beradaptasi dengan situasi baru, orang-orang akan lebih menjaga kebersihan, menjaga diri, hidup lebih sehat dan memberikan dampak positif ke depannya,” pungkasnya.*

(sumber: okezone.com)

News Feed