by

Patroli Pengamanan Waduk di Batam Merupakan Upaya Menjaga Ketersediaan Air Baku

Ketersediaan air baku di waduk-waduk di Batam merupakan sebuah keniscayaan. Kenapa? Air baku inilah yang menjadi “jantung” bagi seluruh aktifitas masyarakat di Batam. Jika air baku menipis, maka, Batam akan krisis. Sebab itulah, pengawasan terhadap waduk wajib dilakukan agar waduk tetap terjaga dan air di dalamnya juga tidak tercemar.

Berbagai cara dilakukan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam melakukan pengawasan pada waduk-waduk ini. Misalnya, melakukan patroli terhadap kawasan hutan lindung di sekitar waduk dari aktifitas ilegal, membersihkan eceng gondok dan keramba ikan di perairan waduk, dan lainnya.

Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan, mengungkapkan, pembersihan eceng gondok dan pembersihan keramba ikan ini dilakukan agar kualitas air baku di waduk tetap terjaga. Sementara itu, di area sekitar waduk, patroli dan pengawasan rutin dilakukan agar pembalakan liar, penambangan pasir ilegal, dan lainnya, tidak terjadi.

Binsar mengungkapkan, penambangan pasir ilegal, pembabatan hutan, memancing, berkebun, mendirikan bangunan, membakar lahan, dan sejenisnya dapat mengganggu kelestarian lingkungan sekitar waduk yang berujung pada pencemaran lingkungan dan kerusakan sumber air di waduk.

“Aktifitas ini kerap terjadi. Makanya, kita tidak ingin kegiatan seperti itu terus berlangsung,” tegasnya lagi.

Terkait hal ini, Direktur Pengamanan Aset BP Batam, Brigjen Pol. Mohammad Badrus, selalu mengingatkan jajarannya meningkatkan patroli pengamanan di seluruh hutan lindung daerah tangkapan air waduk.

Tujuannya, ucap Dia, untuk memelihara zona ketahanan waduk dan menjaga sumber air di Batam dari aktifitas ilegal yang dapat merusak waduk dan air yang ada di dalamnya.

Tidak hanya pada jajarannya, Dia juga menegaskan agar masyarakat tidak melakukan aktifitas ilegal di daerah tangkapan air di waduk-waduk di Batam. Sebab, kalau waduk rusak, maka Batam akan bisa krisis air. Ini jelas memberi dampak buruk bagi aktifitas masyarakat.

Hal senada juga diungkapkan Manajer Air Baku Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Hadjad Widagdo. Dia mengatakan, pihaknya selalu melakukan patroli dan pengawasan di area waduk-waduk di Batam.

Dia mengatakan, cukup banyak prilaku buruk yang dilakukan oleh orang tidak bertangungjawab di area sekitar waduk di Batam. Dikatakannya, dalam sejumlah kesempatan, dijumpai kegiatan seperti memancing ikan di waduk, membuat keramba ikan di area waduk, membabat pohon di catchment area, berkebun di sekitar waduk, memelihara hewan ternak, membakar lahan, mendirikan bangunan, menggali pasir secara ilegal, dan bahkan ada yang mengkapling lahan di sekitar waduk untuk dijual dengan menggunakan dokumen ilegal.

“Aktifitas ini jelas tidak baik. Soalnya, ulah mereka akan mengorbankan kepentingan yang lebih besar. Ini jelas tidak kita inginkan,” ucap Hadjad.

Hadjad menegaskan, sebagai salah satu sumber kehidupan, waduk dan air baku di Batam sudah menjadi objek vital.

“Makanya keberadaannya wajib dijaga dan diawasi. Jika ada yang merusaknya, maka semua bertanggungjawab untuk mencegahnya. Jangan biarkan waduk rusak dan air baku yang ada di dalamnya tercemar. Soalnya, air untuk kelangsungan hidup hari ini dan masa mendatang,” pungkas Hadjad. (hkc/adv)

News Feed