by

Gunakan Daun atau Besek Bambu untuk Bungkus Daging Kurban

Kantong plastik tidak dianjurkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk membungkus daging kurban. Apalagi dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019, penggunaan kantong plastik sudah dilarang.

Menurut data Kementerian LHK, satu tempat atau lokasi kurban bisa menghasilkam sekitar 900 kantong plastik. Banyaknya penggunaan wadah untuk daging kurban tersebut menimbulkan potensi timbunan sampah plastik.

Selain merusak lingkungan, kantong plastik terutama yang berwarna hitam buruk bagi kesehatan. Karena berasal dari proses daur ulang yang sumbernya dari berbagai limbah.

Semua kantong plastik itu juga tidak memiliki kualitas food grade, mengandung zat karsinogen serta bahan kimia lainnya.

“Jadi, mari kita gunakan wadah alternatif, Idul Adha akan semakin berkah dengan mengurangi kantong plastik!” tulis Instagram @kementerianlhk, Rabu (29/7/2020).

Menurut kementerian di bawah Menteri Siti Nurbaya ini, ada beberapa alternatif wadah yang bisa digunakan untuk membagikan daging kurban. Di antaranya dengan bambu, daun pisang, daun jati hingga wadah makanan.

“Hal ini dapat berkembang sesuai inovasi dan kreativitas kalian untuk semaksimal mungkin mengurangi kantong plastik sekali pakai,” tulis Kementerian LHK.

Penggunaan daun pisang atau daun jati di sarankan agar mudah terurai dan tentunya, tidak seperti plastik yang membutuhkan waktu lama untuk penguraiannya. Beda halnya dengan besek bambu, yang dapat digunakan kembali menjadi wadah dan tidak merusak lingkungan.*

(sumber: okezone.com)

News Feed