by

RSUD RAT Gelar Edukasi Masyarakat Melalui Medsos

Tanjungpinang (HK) – Selama pandemi covid-19, masyarakat atau pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang diharuskan untuk selalu mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah khususnya sosial distancing dan menghindari kerumunan.

Untuk itu, RSUD Raja Ahmad Thabib menggelar edukasi masyarakat melalui unit PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) melalui edukasi secara langsung (Live) dengan memanfaatkan media sosial Instagram dan Facebook, Selasa (28/7).

Hal ini dikatakan drg. Irvan Lubis,Sp. BM ( Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut) di RSUP Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang,Selasa (28/7).

Dikatakan drg.Irvan Lubis,So.BM inovasi edukasi melalui media sosial ini menjadi salah satu layanan yang diberikan pihak rumah sakit dalam mengedukasi masyarakat.

“Selain itu dengan memanfaatkan teknologi dan komunikasi kepada pasien dan masyarakat Kepri selama pandemi Covid-19 saat ini,” ungkap Drg.Irvan.

Menurut drg Irvan, melihat kunjungan pasien Rawat Jalan di RSUD Raja Ahmad Tabib periode Januari-Mei 2020, tercatat 76 kasus dan menempati urutan ke 4 dari 10 penyakit terbanyak.

“Berdasarkan data tersebut, unit PKRS bekerjasama dengan Poliklinik Gigi RSUD RAT melaksanakan edukasi di dalam gedung dengan tema “ Si bungsu yang suka bermasalah”,” ujar drg Irvan.

drg.Irvan Lubis mengatakan bahwa salah satunya yang diedukasi kepada masyarakat tentang menjaga kesehatan gigi selama pandemi Covid-19 saat ini.

“Sakit gigi itu adalah hal yang menjengkelkan sekali, karena sakit gigi dapat mengurangi nafsu makan hingga merusak suasana hati. Dan hampir semua orang pernah mengalami sakit gigi yang di awali dengan gusi linu dan ngilu,” ungkap drg.Irvan.

Menurut drg.Irvan kalau itu di rasakan pada bagian gusi dekat bagian belakang atau geraham, bisa jadi itu tanda si bungsu mau tumbuh. Dan tidak semua gigi bungsu ini tumbuh tepat diposisinya. Gigi geraham bungsu bisa tumbuh miring dengan arah yang berbeda-beda.

“Bisa tumbuh horizontal (menyamping), mengarah atau menjauh dari gigi geraham kedua, atau tumbuh ke dalam atau keluar. Kondisi ini dalam istilah medis disebut impaksi gigi bungsu,” ujar drg.Irvan.

drg.Irvan menjelaskan Gigi impaksi bungsu adalah gigi yang gagal muncul (erupsi) ke dalam rongga mulut pada waktu yang diharapkan, kondisi ini karena terhalang oleh gigi yang ada di dekatnya, tulang sekitarnya atau jaringan patologis.

” Gigi impaksi bisa disebabkan oleh, faktor lokal yaitu kekurangan ruang untuk munculnya gigi, adanya kista, gigi tambahan, retensi gigi sulung, infeksi, trauma, anomali dan kadang juga dikaitkan dengan teori evolusi dan faktor sistemik seperti celah lelangit, kelainan cleidoncranial disostosis, oxycephali, progeria atau achondoplasia,” ujar drg Irvan.

Gigi impaksi juga merupakan sumber potensial yang terus menerus dikeluhan pada pasien, sejak gigi mulai erupsi. Keluhan yang sering dirasakan adalah rasa sakit, tidak dapat membuka mulut dan pembengkakan yang terjadi disekeliling gusi (gingiva).

“Gigi impaksi juga mempengaruhi estetis, gangguan pengunyahan, kesulitan bicara, mengganggu aktifitas sehari-hari dan dapat juga menyebabkan infeksi. Pencabutan hingga operasi kecil Odontektomi dilakukan sebagi terapi pengobatan dan penangan masalah Impaksi gigi,” ujar drg.Irvan.

Yang dapat dilakukan jika muncul keluhan seperti tersebut di atas, adalah dengan melakukan pemeriksaan klinis dan radiografi.

“Untuk mencegah terjadinya gigi impaksi bisa dilakukan dengan pemeriksaan rutin minimal tiap 6 bulan sekali ke dokter gigi untuk memantau perkembangan gigi. Bagaimanapun konsultasi dengan Dokter adalah langkah priorotas yang harus dilakukan untuk setiap perlakuan terhadap masalah si bungsu ini,” tambah drg.Irvan kembali. (efr)

News Feed