by

Putra Siregar Ditetapkan Sebagai Tersangka Kepabeanan, Karyawannya Bungkam

BATAM (HK) – Pasca ditetapkannya Pengusaha asal Batam, Putra Siregar sebagai tersangka penyelundupan handphone ilegal, aktivitas di toko handphone dan buah milik Putra Siregar yang berada di kawasan, Jalan Laksamana Bintan Sungai Panas berjalan normal seperti biasanya.

Tampak beberapa masyarakat Kota Batam masih berdatangan ke tokonya tersebut untuk membeli handphone maupun buah.

Namun sejumlah karyawan toko Putra Siregar itu bungkam kepada media saat ditanyai permasalah yang sedang dihadapi oleh bos-nya itu.

“Sekarang tim kita lagi sibuk mengurus tentang kurban bang, jadi gak ada bisa untuk berkomentar, kami tidak tahu juga siapa yang mau berkomentar terkait masalah ini, maaf ya bang,” cetusnya.

Diberitakan sebelumnya, pengusaha sekaligus youtuber asal Batam berinisial PS ditetapkan sebagai tersangka oleh Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta atas kasus penyelundupan barang-barang ilegal.

Dia diduga melanggar pasal 103 huruf d Undang-undang No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. Hal ini diketahui dari postingan Bea Cukai Jakarta pada instagram @bckanwiljakarta, Senin (27/7/2020).

Tak hanya itu, Kanwil Bea dan Cukai Jakarta juga telah melakukan Tahap II (Penyerahan Barang Bukti dan Tersangka) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur atas hasil penyidikan tindak pidana kepabeanan.

Tersangka berinisial PS telah diserahkan beserta barang bukti antara lain 190 handphone bekas berbagai merk dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000,-.

Selain itu, juga diserahkan harta kekayaan/penghasilan tersangka yang disita ditahap penyidikan, dan akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara ( Dhanapala Recovery ) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp 500.000.000,-, rumah senilai Rp 1,15 milyar dan rekening bank senilai Rp 50.000.000,-.

Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal serta mengamankan penerimaan negara. Ke depannya, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus berusaha melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal. (dam)

News Feed