by

Dua Residivis Maling Kartu ATM di Batam Dilumpuhkan Polisi

BATAM (HK) – Dua orang residivis bernama Melki Silaban (27) dan Tomi Sirait (25) maling kartu ATM di Kota Batam dilumpuhkan oleh Tim Opsnal Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri.

Karena saat akan dilakukan pencarian barang bukti pelaku berusaha melarikan diri dan melawan petugas, oleh karena itu Tim Opsnal Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri terpaksa memberikan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan ke arah kaki pelaku.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, didampingi Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid dan Kaur Mitra Subbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKP Syarifuddin, Selasa (28/7/2020).

Disampaikan Arie Dharmanto, terungkapnya kasus tersebut berawal dari laporan polisi dari salah seorang korban, dimana pada 15 Juli 2020 lalu, korban mendapatkan SMS notifikasi internet banking.

Bahwa dari rekeningnya telah dilakukan tiga kali penarikan uang tunai, dikarenakan korban merasa tidak ada melakukan transaksi apapun selanjutnya korban menuju kerumahnya dikawasan Perumahan Mediterania Batam.

“Saat tiba dirumah didapati pintu rumahnya dalam keadaan terbuka dan barang-barang milik korban berupa satu Unit Camera Canon, Laptop, Handphone dan dokumen-dokumen serta uang tunai sudah tidak ada. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 30 juta,” tutur Arie Dharmanto.

Lanjut Arie Dharmanto, dari kejadian tersebut pihaknya melakukan proses penyidikan terhadap tempat ditariknya uang korban, setelah dilakukan penelusuran didapati fakta dari CCTV yang berada diruang ATM, dari hasil pemeriksaan didapati dua orang ciri-ciri pelaku.

Setelah dilakukan Identifikasi Kedua orang pelaku tersebut merupakan Residivis yang sejak beberapa tahun belakangan ini telah melakukan pencurian dengan pemberatan di 40 TKP di seputaran wilayah Kota Batam.

“Setelah mendapatkan Informasi tersebut tim Opsnal Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan pada 27 Juli 2020 tepatnya di Food Court Avava Jodoh, Kota Batam dilakukan penangkapan terhadap kedua pelaku,” ungkapnya.

Ditambahkannya, modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku ini adalah dengan memantau rumah atau kos-kosan, yakni pelaku ini melihat kelengahan dari sipemilik rumah.

Barang bukti yang diamankan adalah beberapa buah Obeng, Kunci Gembok, Pisau, tang, gunting seng, kunci motor serta kunci rumah, beberapa kartu ATM, Kartu identitas diri pelaku, satu unit sepeda motor, puluhan unit handphone dan dua unit laptop.

“Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama 9 Tahun dan Tindak Pidana Pertolongan Jahat (Penadah) Pasal 480 KUHP Dengan Ancaman Hukuman Penjara Maksimal Selama 4 Tahun,” tutupnya. (dam)

News Feed