by

Dua Pelaku Penyalur Jasa Prostitusi Online Diamankan

Batuaji (HK) – Tim opsnal Polsek Batuaji menangkap dua laki-laki sebagai penyalur jasa prostitusi online mechat di wisma Mitra Mall, di kawasan Mitra Mall, Batuaji, Rabu (22/7/20) sekira pukul 21.30 WIB kemarin malam.

Kedua laki-laki tersebut berinisial ML (21) dan RS (19) dan kedua pelaku ini merupakan pengganguran. Sedangkan anak dibawah umur yang dijual kepada pria hidung belang tersebut berinisial DN (15).

Kepada awak media, Kapolsek Batuaji, Kompol Jun Chaidir bersama Kasubag Humas Polresta Barelang, AKP Betty serta Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Thetio menyampaikan, jika kedua tersangka itu diamankan atas laporan masyarakat.

Saat ini kedua laki-laki itu menjual DN kepada pria hidung belang. Polisi juga mendapati DN bersama pria hidung belang dikamar 207 wisma tersebut.

Ia juga mengatakan, ketika sudah valid informasinya, anggota Polsek Batuaji pun langsung melakukan penangkapan pada Rabu (22/7/20) sekira pukul 20.15 WIB malamnya.

Dari lokasi kejadian, Polisi pun mengamankan dua hape android bersama uang tunai Rp 1 juta.

Guna melancarkan aksinya, DN tinggal bersama pacarnya ML di wisma tersebut. Disanalah ML menawarkan jasa prostitusi online melalui Mechat dengan sudah terakomodir.

“Untuk melancarkan aksinya itu, DN pun bersama pacarnya ML yang juga tinggal di wisma tersebut. Dan disanalah mereka menawarkan jasa prostitusi online itu,” kata Jun Chaidir lagi.

Menurut keterangannya, bahwa ML sudah melancarkan aksinya sebanyak 20 kali dengan mendapatkan fee sekali kencan dengan tarif mulai dari Rp 200 hingga Rp 500 per sekali transaksi. Aksinya ML itu sudah berlangsung sejak Juni lalu.

“Jadi untuk menangkap kedua pelaku penyedia jasa prostitusi online ini, anggota kita menyamar hingga menemukan DN bersama pria hidung belang di kamar 207 tersebut. Disana ML mencari tamu kepada DN itu,” ujarnya.

Masih lanjutnya Kapolsek, sebenarnya DN berstatus pelajar dan karena pandemi covid-19 ini akhirnya DN dirumah saja. Namun DN malah kabur dari rumah hingga menemui kedua pelaku itu. Diketahui juga bahwa DN ini merupakan keluarga broken home.

Untuk menindaklanjuti kasus ini, sambung Kapolsek, pihaknya akan secepatnya memanggil pemilik wisma guna melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Secepatnya pemilik wisma itu akan kita panggil untuk tingkat penyelidikan selanjutnya,” tegasnya.

Kepada dua pelaku dikenakan pasal Pasal 76 b jo 88 UU RI No 35 Tahun 2008 perubahan tentang UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dibawah umur dengan ancaman penjara 10 tahun. (ded)

News Feed