by

Pendemi Covid-19, Pengunjung Kampung Bule Turun Drastis Hingga 70 Persen

BATAM (HK) – Tiga bulan lebih sejak merebaknya Covid-19, kampung bule yang dikenal dengan the entertainment district satu yang terdepan di Kota Batam seolah mati Suri.

Tak ada lagi gemerlap lampu, tidak ada gelak tawa. Semua pintu tertutup rapat dan malam-malam panjang menguap digerayangi kesunyian.

“Kini, memasuki babak baru era new normal,
Kampung Bule perlahan bangkit dengan menerapkan protokol kesehatan disemua lini,” ungkap ketua Forum Pengusaha Kampung Bule Famili (FPKBF), Icha Jun pada Senin (27/7/2020).

Hal itu dilaksanakan guna menjamin kesehatan Karyawan dan khususnya para pengunjung sehat dan bebas dari penyebaran Covid-19.

“Semua itu bermula dari kami, karyawan dan semua pihak yang terlibat dalam melayani pengunjung kami pastikan steril,” ucap Icha.

Dari pintu masuk, setiap pengunjung dilakukan cek suhu dan wajib masker. Tak terlepas baik karyawan maupun pihak yang terlibat juga wajib menggunakan masker, pelindung wajah (face shield) dan sarung tangan.

“Tak hanya itu, setiap sudut ruangan Bar dan Resto yang ada di Kampung Bule juga dilakukan penyemprotan cairan disinfektan yakni, setiap dua Minggu sekali. Bahkan kita Cleaning setiap hari seperti meja, kursi dan lantai,” jelasnya.

Namun, kata Icha sejak dibukanya kembali Kampung Bule, para pengunjung turun drastis hingga 70 persen mengingat para pengunjung mayoritas WNA.

Sebagaimana, Wisatawan dari negara Malaysia dan Singapore masoh Luckdown. Satu-satunya untuk mengembalikan tamu seperti sedia kala ya, maka menunggu pintu Malaysia dan Singapura terbuka.

“Artinya selagi Malaysia dan Singapura belum buka, maka kami akan tetap sepi. Untuk itu kini kami sudah Rebranding (menata ulang) dengan konsep baru untuk menarik pengunjung lokal,” pungkasnya. (bob)

News Feed