by

IPAL Beri Dampak Positif pada Lingkungan. Ini Penjelasannya

Kehadiran proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL yang dikerjakan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam sejak April 2017 lalu, telah menjadi solusi bagi persediaan air baku di Batam. Tidak hanya itu, keberadaan IPAL juga memberi dampak positif bagi lingkungan Batam. Seperti apa dampak positifnya?

Diketahui, IPAL merupakan sebuah proyek yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air, terutama dari perumahan masyarakat sehingga air yang diolah tersebut dapat digunakan untuk aktivitas yang lain.

Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana, mengungkapkan, ketika proyek IPAL ini dioperasionalkan awal 2021 mendatang, limbah air terutama dari rumah tangga akan diolah untuk dijadikan air bersih.

“Air limbah berupa air tinja, air bekas mandi, dan air cucian (dapur) akan mengalir melalui pipa yang dipasang di setiap rumah menuju ke bak kontrol. Dari bak kontrol, limbah ini akan dikirim ke IPAL yang ada di kawasan Bengkong Sadai. Dari IPAL inilah air yang sudah bebas dari bahan kimia dan biologis dialirkan ke waduk-waduk sebagai air baku. Selain itu, IPAL ini juga menghasilkan kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk bagi tanaman masyarakat dan taman kota,” terang Iyus menjelaskan.

Dia mengungkapkan, pembangunan proyek ini memiliki tujuan, antara lain, untuk melindungi kualitas air dengan meningkatkan prasarana lingkungan dan sarana air limbah; kedua, melindungi kualitas air waduk-waduk yang merupakan sumber daya air utama; ketiga, meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengurangi wabah penyakit; dan keempat, meningkatkan pariwisata dan investasi dengan adanya peningkatan kualitas lingkungan.

“Ada manfaat lain yakni drainase bersih dan septik tank tidak ada lagi; hewan-hewan di parit seperti tikus dan kecoa akan berkurang; keindahan lingkungan akan menonjol. Ini akan mampu menarik investasi masuk ke Batam dan wisatawan akan banyak berkunjung; eceng gondok di waduk akan berkurang; kompos yang dihasilkan IPAL dapat untuk menyuburkan tanaman; perairan di sekitar Batam akan bersih; serta biaya pengolahan air bersih akan lebih murah.

“Jika lingkungan bersih, masyarakat akan nyaman. Jika sudah yaman, wisatawan akan banyak berkunjung, investasi akan banyak masuk ke Batam. Muaranya, roda ekonomi akan berputar dan masyarakat akan sejahtera,” tambahnya lagi.

Untuk tahap awal, proyek IPAL difokuskan di kawasan Batam Centre yang diperkirakan dioperasionalkan awal 2021 nanti. Kehadiran proyek ini mendapat respon positif oleh masyarakat. Buktinya hingga kini instalasi IPAL atau jaringan pipa sudah terpasang di 43 perumahan atau 11 ribu rumah di kawasan Batam Centre.

Dalam kenyataannya nanti, akan hadir 7 IPAL di sejumlah lokasi di Batam, selain Batam Centre, juga akan ada di Tanjung Uma, Bengkong, Telaga Punggur, Tembesi, Sekupang, dan Kabil. (hkc/adv)

News Feed