by

Ini Janji Sucofindo Batam Kepada Ratusan Pemulung yang Melakukan Demo

BATAM (HK) – Dalam demo yang dilakukan oleh ratusan pemulung di kantor PT Sucofindo (Persero) Kota Batam, Senin (27/7/2020) disambut baik oleh kepala Sucofindo dan beserta jajarannya.

Pantaun haluankepri.com di lapangan setelah ratusan pemulung itu berorasi menyampaikan aspirasin di depan kantor Sucofindo Batam itu, sejumlah perwakilan dari mereka langsung melakukan pertemuan dengan ketua Sucofindo untuk menaggapi aspirasi yang mereka sampaikan.

Kepala Cabang Sucofindo Batam, Ambar Prawidiyanto mengatakan dalam pertemuan yang mereka lakukan menanggapi aspirasi dari para ratusan pemulung yang melakukan demo itu disepakati dua hal.

Pertama, PT Sucofindo (Persero) akan melaksanakan pemeriksaan penimbangan scrap besi tua yang sudah ada di pelabuhan, tidak dalam rangka pemenuhan Permendag nomor 84 tahun 2019 jo Permendag nomor 92 tahun 2019.

Kedua, pihak pemulung Kota Batam dapat menerima dan tidak ada tuntutan lagi mengenai permintaan pemeriksaan besi scrap serta akan selalu memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Terkait masalah ini juga karena miskomunikasi, kami PT Sucofindo tidak pernah berniat untuk menghambat seperti yang mereka sampaikan dalam tuntutannya tadi,” kata Ambar Prawidiyanto.

Dikatakan Ambar Prawidiyanto, kenapa saat ini belum ada melaksanakan pemeriksaan penimbangan scrap yang sudah ada di pelabuhan itu adalah karena pihaknya menaati aturan dari pemerintah yang sudah ada.

“Selain itu juga karena ada sesuatu hal terkair inpor limbah non B3 itu, maka kami mempunyai waktu untuk bertanya kepada regulator, sehingga ini jelas dan setelah mendapat kejelasan dari pemerintah maka akan kami lakukan tugas sebagaimana diamanatkan oleh peraturan,” ucap Ambar Prawidiyanto.

Lanjutnya, untuk jumlah banyaknya besi tua yang tertahan di pelabuhan yang mau dikirim ke luar Batam itu pihaknya belum mengetahui secara pasti, karena masih ada sebagian memang sudah di pelabuhan dan sebagian dalam perjalanan.

“Dalam hal ini kami harus berhati-hati karena pemeriksaan barang ini harus dilakukan di negara muat. Hal ini bisa dibilang karena kekosongan aturan yang ada. Sebab pemulung ini demo ya karena barang-barang mereka tidak dibeli oleh pengusaha,” bebernya. (dam)

News Feed