by

Harga Kelapa di Natuna Turun Lagi

Natuna (HK) – Kelapa di Natuna terbilang berlimpah lantaran bahan utama kopra ini tumbuh subur dan banyak dibudidayakan masyarakat. Namun begitu, harga komoditas yang satu ini selalu kurang mengasyikkan sejak beberapa tahun belakangan.

Harga yang dinilai tidak menguntungkan membuat pekebun mengeluh dan memilih alternatif lain sebagai sumber pendapatannya.

Rosidi, seorang pekebun kelapa di Kecamatan Bunguran Timur Laut sudah lama tidak mengandalkan hasil kebun kelapanya sebagai sumber pemasukannya karena harganya membuat ia tidak beruntung.

“Ya, katanya sekarang turun lagi jadi Rp. 1000, padahal kemarin-kemarin saya denger katanya Rp 2000. Saya sudah lama tak bejual kelapa lagi,” katanya di Ranai, Senin (27/7).

Ia menggambarkan, dengan harga segitu, ia tidak dapat keuntungan dari hasil panennya yang notabene juga memerlukan biaya.

“Kalau harganya segitu kita tak dapat untung bang, karena kita perlu ongkos panjat dan ongkos angkut dan bahkan ongkos kupas. Jadi kalo harganya Rp. 1000 paling sisanya dari ongkos sekitar Rp. 400, jadi murah betul,” terangnya.

Dulu, sambungnya lagi, kelapa Natuna pernah menjadi andalan masyarakat karena harganya yang cukup menguntungkan.

“Kalau dulu di bawah-bawah tahun 2000 itu memang senang betul dengan harga kelapanya. Maka orang ramai nanam kelapa, kalau sekarang memang payah,” sebutnya.

Ia meminta agar ada campur tangan dari pemerintah untuk meningkatkan harga kelapa tersebut.

“Pemerintah harus turun tangan juga biar harganya bisa naik. Kasian kalau kelapanya jadi banyak yang mubazir,” pungkasnya. (fat)

News Feed