by

Bupati Karimun Peletakan Batu Pertama Rumah Batik di Tebing

KARIMUN (HK)-Bupati Karimun, Aunur Rafiq melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah batik di lahan bekas Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tebing atau posisinya berada dekat Puskesmas Tebing, Senin (27/7/2020). Peletakan batu pertama itu dihadiri Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Kepri, Kementerian PUPR.

Bupati Aunur Rafiq mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp1 miliar untuk pengembangan batik di Karimun. Dana sebesar Rp600 juta diperuntukkan bagi pembangunan rumah batik dan sisanya untuk pengembangan usaha batik di Karimun.

Rafiq menyebut, potensi batik Karimun sudah mendapat tempat di hati masyarakat Kepri. Buktinya, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam sudah menjalin kerjasama dengan Karimun untuk memasarkan batik dari daerah tersebut. Batik asal Karimun sudah ikut pameran dan roadshow di beberapa kota di Indonesia.

“Ada 8 motif batik asal Karimun yang sudah kita patenkan. Batik-batik asal Karimun tersebut sudah mengikuti pameran dan juga roadshow di beberapa kota di Indonesia atas kerjasama dengan Dekranasda Kota Batam,” ujar Aunur Rafiq.

Dikatakan, untuk pemasaran batik Karimun pihaknya tidak muluk-muluk sampai harus menembus pasar internasional. Untuk saat ini, Karimun masih memiliki orientasi di tingkat lokal dulu.

“Kita tak usah bicara mancanegara dulu. Orientasi kita saat ini masih lokal. Kalau kita mampu untuk memenuhi pasar lokal saja, itu sudah lebih dari cukup. Makanya, kita membangun rumah batik ini, agar semua perajin batik yang ada di Karimun bisa mengembangkan usaha mereka disini,” jelasnya.

Menurut dia, jika produksi batik Karimun sudah mencukupi kebutuhan lokal, maka seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga guru-guru yang ada di Karimun diwajibkan untuk memakai baju batik produksi Karimun setiap Kamis.

“Sekarang kan produksi kita belum banyak, kan baru sebatas desain. Nah, desain itulah nanti akan kita produksi di rumah batik ini. Nanti kita juga akan melakukan pelatihan-pelatihan membuat batik disini. Sehingga, rumah batik ini bisa berkembang dan memenuhi kebutuhan batik lokal,” pungkasnya. (ham)

News Feed