by

Sudah Mampu tapi Tak Mau Berkurban, Apa Hukumnya?

Hari Raya Idul Adha segera tiba. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan oleh Allah pada momentum itu adalah menyembelih hewan kurban. Ibadah yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim ini keutamaannya sangat banyak.

Hukum berkurban menurut mayoritas ulama adalah sunah muakkad atau sunah yang sangat dianjurkan. Namun, bagaimana jika sudah mampu secara finansial tapi tidak mau berkuban?

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

“Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berkurban, makan jangan sekali-kali mendekat ke tempat sholat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Jadi kalau sudah mampu silakan berkurban karena salah satu hikmahnya adalah akan melancarkan rezeki juga. Jadi jangan takut bakal habis harta karena berkurban. Ingat. manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara, di antaranya masa kayamu sebelum datang masa miskinmu.

Dikutip dari muslim.or.id, untuk hukum berkurban, ulama membagi menjadi dua pendapat. Pendapat pertama hukumnya wajib bagi orang yang berkelapangan atau mampu.

Syaikh Ibn Utsaimin mengatakan “pendapat yang menyatakan wajib itu tampak lebih kuat daripada pendapat yang menyatakan tidak wajib. Akan tetapi, hal itu hanya diwajibkan bagi yang mampu.”

Sementara pendapat yang kedua menyatakan bahwa berkurban hukumnya sunah muakkadah.

Ulama yang mengambil pendapat ini berdalil dengan riwayat dari Abu Mas’ud Al Anshari radhiyallahu’anhu yang mengatakan “Sesungguhnya aku sedang tidak akan berkurban. Padahal aku adalah orang yang berkelapangan. Itu kulakukan karena aku khawatir kalau-kalau tetanggaku mengira kurban adalah wajib bagiku.” (HR. Abdur Razzaq dan Baihaqi dengan sanad shahih)

Dilansir dari Sahijab, dikatakan bahwa pahala kurban sangat besar. Bahkan setiap bulu hewan kurban akan memberikan pahala.

Dalam Zahrat al-Riyadh disebutkan bahwa suatu hari, Nabi Dawud bertanya kepada Allah Ta’ala: “Tuhan, sebesar apa pahala umat Muhammad yang melaksanakan kurban?”

Allah menjawab: “Aku berikan pahala kepadanya setiap bulu dari hewan kurbannya 10 kebaikan, Aku hapuskan 10 keburukan dan Aku angkat 10 derajat. Setiap satu bulu, akan aku ganti menjadi istana di surga, seorang bidadari yang ayu dan kendaraan yang bersayap berkecepatan tinggi di surga. Tidakkah engkau tahu hai Dawud, bahwa ibadah kurban adalah karunia-ku dan dapat menghapus kesalahan-kesalahan?” *

(sumber: okezone.com)

News Feed