by

RI Bisa Masuk Jurang Resesi? Pengamat Bilang Begini

JAKARTA (HK)-Pengamat Ekonomi Aviliani, menyebut sepanjang 2008-2019, telah terjadi gejolak ekonomi dunia yang bersumber dari sektor keuangan, energi, maupun perdagangan. Namun krisis-krisis tersebut tidak begitu nyata menekan sisi permintaan dan penawaran (demand and supply). Sebab, sektor pariwisata, misalnya masih tetap bergerak pada periode krisis tersebut.

Berbeda dengan krisis-krisis sebelumnya, pandemi Covid-19 yang bersumber dari sektor kesehatan telah melumpuhkan ekonomi karena menekan kinerja sisi demand and supply.

Menurut Aviliani, kondisi tersebut bakal semakin parah, karena perekonomian dunia belum berpengalaman menangani wabah corona sehingga cepat atau lambat akan berimbas perekonomian Indonesia, di mana laju pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan mengalami resesi menyusul Singapura, Korea Selatan dan negara lain.

“Pertumbuhan ekonomi terus menurun, yang diikuti dengan penurunan pertumbuhan kredit (demand following). Tahun ini, kredit diperkirakan tumbuh di bawah 5% (yoy), sedangkan Produk Domestik Bruto (PDB) tidak tumbuh (0%),” ujarnya di Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Perlambatan terjadi hampir pada semua sektor usaha. Namun dari beberapa lapangan usaha, hanya tiga yang tidak mengalami penurunan pertumbuhan yaitu sektor informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi, jasa kesehatan dan sosial. “Sektor kesehatan dan sosial pada kuartal I/2020 tumbuh 10,39% dari 8,68% pada akhir 2019. Sedangkan sektor jasa keuangan dan asuransi naik 10,67% dari 6,6% pada akhir 2019,” ucapnya.

Dia menandaskan, apabila dibandingkan dengan kuartal IV/2019, maka seluruh komponen ekonomi sisi permintaan turun, kecuali konsumsi pemerintah. “Konsumsi rumah tangga turun menjadi 2,84% dari 4,97%,” pungkasnya. [*]

 

 

sumber:sindo

News Feed