by

Menkeu Pertegas Aturan Main Pinjaman LPS, Apa Saja Kriterianya?

JAKARTA (HK)-Pemerintah menegaskan pemberian pinjaman dilakukan dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan sistem keuangan.

Melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pemerintah resmi menerbitkan mekanisme pemberian pinjaman dari pemerintah ke lembaga penjamin simpanan (LPS) lewat penerbitan peraturan menteri keuangan (PMK) No.88/2020.

PMK ini menegaskan pemberian pinjaman kepada LPS dilakukan Menteri Keuangan ketika LPS masih mengalami kesulitan likuiditas walau mereka telah mengupayakan repo atau penjualan SBN yang dimiliki LPS kepada Bank Indonesia, pinjaman kepada pihak lain, dan penerbitan surat utang.

“Menteri dapat memberikan pinjaman kepada LPS sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang mengenai APBN dan APBN-Perubahan atau Undang-Undang No.2/2020,” tulis beleid ujarnya, Kamis (23/7/2020).

Selain itu, dalam aturan yang diundangkan pada tanggal 20 Juli 2020 ini, Sri Mulyani juga menekankan bahwa dirinya dapat meminta jaminan atas pinjaman yang diberikan oleh pemerintah.

Adapun jaminan yang diserahkan ke pemerintah harus berada dalam kondisi bebas dari segala perikatan, sengketa, sitaan, dan tidak sedang dijaminkan kepada pihak lain. LPS juga tidak dapat memperjualbelikan atau menjaminkan kembali jaminan kepada pihak lain yang masih dalam status sebagai jaminan, selama masa pinjaman atau sampai adanya keterangan lunas Menteri Keuangan.

Kendati demikian, dalam kasus LPS sudah tidak mempunyai jaminan, LPS dapat memperhitungkan proyeksi jaminan dari penerimaan premi dan hasil investasi, pengembalian biaya klaim penjaminan dari bank dalam likuidasi (cost recovery), dan hasil penjualan penyertaan saham atau aset tetap pada Bank yang ditangani sebagai jaminan pengembalian.

Pemerintah lewat aturan itu juga menjelaskan bahwa dana pinjaman menggunakan mata uang rupiah. Sementara tingkat suku bunga pinjaman yang dikenakan atas dana pinjaman mengacu pada pada tingkat suku bunga setara imbal hasil (yield) SBN dengan tenor terdekat pada hari penetapan dan interest margin (spread). [*]

sumber:bisnis

News Feed