by

Dua KEK Disetujui, Batam Makin Unggul Sebagai Kawasan Investasi

Keunggulan Batam sebagai kawasan tujuan investasi saat ini semakin meningkat. Hal itu
ditandai dengan disetujuinya Nongsa Digital Park (NDP) dan Maintenance Repair
Overhaul (MRO) Batam Aero Technic menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto.

Hal tersebut disampaikan pada Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus melalui
rapat dalam jaringan (daring), pada Jumat (10/7/2020) lalu. Kesepakatan itu diperoleh
setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian melakukan jejak pendapat bersama
beberapa Keementerian Lembaga yang berkaitan dengan pengembangan KEK, antara lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Perindustrian, Menteri Perhubungan, Menteri Perdagangan, Kepala BKPM, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Keuangan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Bea Cukai, Kepala BAPPENAS, dan Kepala BP Batam.

Menyambut hal itu, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, BP Batam akan berkomitmen untuk mengawal proses administrasi hingga akhir, agar pembentukan dua KEK di Batam tersebut tidak menemui kendala.

“Kami akan berupaya secara maksimal untuk mengawal proses administrasi usulan pembentukan KEK NDP dan MRO Batam Aero Technic selama satu atau dua bulan ke depan, sehingga diharapkan program ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Muhammad Rudi.

Dikatakannya, disetujuinya dua KEK ini menjadikan Batam semakin unggul sebagai kawasan tujuan investasi.

“Nantinya, dua KEK di Batam yang disetujui ini dikelola swasta,” tambah Rudi.

Dia melanjutkan, disetujuinya KEK itu akan memberi ruang hadirnya investasi besar. Dalam rencana investasi KEK MRO, Grup Lion pada 10 tahun pertama setelah disetujui, diperkirakan menyerap investasi senilai Rp6,2 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak hampir 10.000 orang.

Sementara itu proyek NDP yang dikelola oleh PT Tamarin akan menyerap investasi Rp16 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 6.500 orang hingga 2030 mendatang dengan luas lahan 166,45 hektar.

Rudi mengungkapkan, investasi menjadi fokus BP Batam. “Untuk itu, infrastruktur menuju kawasan investasi akan ditingkatkan,” kata Rudi.

“Kami berkomitmen untuk mengawal proses administrasi hingga akhir, agar pembentukan dua KEK ini tidak menemui kendala,” tuturnya lagi.

KEK NDP diharapkan menjadi entry point untuk perusahaan IT International dari Singapura dan Manca Negara, ditetapkan menjadi IT Hub Digital Bridge Indonesia ke Singapura & Manca Negara. Menghemat devisa negara dalam bisnis digital hingga Rp20-30 triliun per tahun dengan kontribusi terbesar dari sektor data center dan pendidikan Internasional.

Sedangkan kehadiran KEK MRO BAT diharapkan dapat menghemat devisa 65-70% dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri. Dalam jangka menengah diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar 12.000 unit pesawat dan nilai bisnis sebesar US$100 miliar pada tahun 2025. (hkc/adv)

News Feed