by

Corona Kembali Jadi Biangkeladi Harga Minyak Dunia Jatuh Lagi

JAKARTA (HK)-Persediaan minyak mentah AS secara tak terduga meningkat dan permintaan bahan bakar tergelincir secara mingguan berdasarkan data administrasi informasi energi. Dimana peningkatan tajam kasus baru infeksi Corona telah kembali menekan tingkat konsumsi di AS.

Harga minyak mentah berjangka Brent terpantau turun 4 sen atau 0,1% untuk bertengger di level USD44,25 per barel. Sementara harga minyak AS yakni West Texas Intermediate (WTI) menyusut 6 sen yang setara 0,1% menjadi USD41,84/barel, Kamis (23/7/2020).

Persediaan minyak mentah meningkat 4.900.000 barel dalam seminggu dimana hingga 17 Juli menjadi 536.600.000 barel. Hal ini melebihi ekspektasi sebuah jajak pendapat di Reuters untuk kejatuhan 2.100.000-barel. Produksi naik menjadi 11.100.000 barel per hari, atau bertambah sebesar 100.000 barel per hari.

Amerika Serikat melaporkan lebih dari 1.000 kematian dari COVID-19 pada hari Selasa, menurut sebuah Reuters Tally, hal ini menjadi pertama kalinya sejak 10 Juni. Presiden Donald Trump mengatakan, wabah mungkin akan memburuk sebelum membaik, pergeseran dari penekanan yang sebelumnya kuat pada pembukaan kembali perekonomian.

Konflik antara Washington dan Beijing juga menempatkan tekanan lebih lanjut terhadap pergerakan harga minyak. Amerika Serikat memberikan waktu bagi China selama 72 jam untuk menutup Konsulat di Houston di tengah tuduhan memata-matai, untuk menandai kemunduran dramatis dalam hubungan antara dua ekonomi terbesar di dunia. [*]

 

sumber:sindo

News Feed