by

Anggota Komisi IV DPRD Batam, Dorong Pemko Bantu Orang Tua Murid Kuota Internet

BATAM (HK) – Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Bobi Alexander Siregar dorong Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk membantu orang tua murid yang kurang mampu untuk membelikan paket kuota internet.

Pasalnya, dengan belajar daring atau online dari rumah yang dilakukan semenjak pandemi Covid-19 banyak orang tua murid yang mengeluh karena tidak bisa mebeli paket internet untuk anaknya mendukung fasilitas belajar secara online yang sudah ditetapkan.

“Bahkan hingga saat ini orang tua murid bukan hanya saja terbebani oleh kuota internet, tapi fungsi orang tua juga sudah beralih menjadi buk guru dan pak guru,” ucap Bobi kepada haluankepri.com, Kamis (23/7/2020) di kantornya.

Lanjut Bobi, dengan belajar daring saat ini memang kuota internet adalah menjadi biaya ekstra dengan kondisi saat ini, karena dampak dari Covid-19 banyak masyarakat yang penghasilannya berkurang dan bahkan kehilangan pekerjaannya.

“Selain itu juga tidak semua orang tua murid yang memiliki fasilitas untuk belajar secara daring itu, oleh karena itu Pemko Batam malui Dinas Pendididikan harus memikirkan ini, bahkan bila perlu belikan hp android bagi orang tua murid yang tidak memilikinya, karena pendidikan ini adalah tanggung jawab pemerintah,” ujar Bobi.

Dijelaskannya sebab hingga saat ini di Kota Batam masih dilakukan belajar secara daring adalah karena Batam belum berada pada zona hijau, yakni sekarang baru berada pada zona kuning.

“Wabah Covid-19 ini belum tau kapan akan berakhirnya, oleh karena itu tidak ada salahnya Pemko Batam untuk membuat sebuah kebijakan untuk membantu orang tua murid yang kurang mampu tapi harus dengan anggaran yang jelas,” tutur ketua BK DPRD Kota Batam itu.

Secara terpisah, salah satu orang tua murid, Anto warga Batam Center mengatakan bahwa dia dengan belajar sistem daring saat ini dia juga harus mendampingi anak-anak mengerjakan tugas dari sekolah dan juga harus menyediakan kuota internet yang besar.

“Sementara uang sekolah juga harus dibayar karena anak saya sekolah swasta. Kalau bagi orang tua murid yang hidupnya cukup mungkin tidak ada masalah, tapi bagi saya sangat terbebani sekali, yakni kita harus beli kuota dan juga harus bayar uang sekolah,” cetusnya. (dam)

News Feed