by

Anak

  • Oleh: Dr. H. Erizal Abdullah, MH, Kakan Kemenag Anambas

Saya suka lagu slow rock yang berjudul sleeping child yang dinyanyikan oleh Michael Learns To Rock (MLTR). Bila diresapi, lagu yang dirilis 21 September 1993 ini sangat sarat makna. Liriknya mengisahkan bagaimana khawatirnya orang tua terhadap anak yang sangat mereka cinta, kasih, dan sayangi. Sehingga kalau bisa tetaplah tidur dengan mimpi indahnya, supaya tidak melihat pertengkaran dan peperangan yang terjadi.

We’re praying for the world
and for the people everywhere
gonna show them all we care
reef.
Oh my sleeping child the world’s so wild
but you’ve build your own paradise
That’s one reason why I’ll cover you sleeping child.

….

Mempunyai anak merupakan dambaan dan harapan setiap suami istri. Anak merupakan hasil cinta kasih kedua orang tuanya. Buah hati, pelipur lara, pelengkap keceriaan rumah tangga, investasi masa depan, investasi pelindung orang tua ketika mereka telah lanjut usia, juga saat sudah di alam baka.

Ada empat macam tipe kedudukan anak dalam hubungannya dengan orang tuanya.

Pertama: Fitnatun (Ujian). Ini dapat terjadi pada kedua orang tua, manakala anaknya berbuat yang durhaka dan menyimpang, tidak sesuai dengan aturan norma yang berlaku. Misalnya, mengonsumsi narkoba, pergaulan bebas, tawuran pelajar, penipuan dan sebagainya.
Lihat QS 8:28, yang artinya: ”Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”.

Kedua: Ziinatun Hayat (Perhiasan Dunia). Orang tua pasti sangat senang dan bangga dengan berbagai prestasi yang diperoleh oleh anak-anaknya, sehingga dia pun akan terbawa baik namanya di depan masyarakat.
Perhatikan QS 18:46, yan artinya: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

Ketiga: Qurrota A’yun (Penyejuk Hati). Ketika anak ditunjukan untuk beribadah, maka anak akan segera melaksanakannya, ketika anak diperintahkan untuk belajar, anak akan langsung menaatinya. Mereka juga anak-anak yang baik budi pekerti dan akhlaknya, ucapannya santun dan tingkah lakunya sangat sopan, serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.
Simak dalam QS 25:74, yang artinya: “Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”

Keempat: ‘Aduwwun (Musuh). Tidak sedikit anak yang berseteru dengan orang tuanya. Ada orang tua yang diperkarakan oleh anaknya akibat perebutan harta warisan, anak yang menuntut hal berlebihan diluar kesanggupan orang tuanya, bahkan sampai membunuh. Inilah yag paling dikuatirkan, simak QS 64:14, yang artinya: “Hai orang-orang mu’min, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

Anak adalah anugerah terindah sekaligus amanah (titipan) yang Allah SWT berikan kepada setiap orang tua. Oleh karena itu, orang tua hendaknya memerhatikan kebutuhan dan perkembangan anak-anaknya, agar mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, baik jasmani maupun rohani, dan barakhlaqul karimah serta memiliki intelegensi yang tinggi.

Kata Rasulullah SAW, anak juga punya hak kepada orang tua, untuk diberikan nama yang bagus, mengajari menulis, membaca, berenang, memanah, mendidik adat dan sopan santun, mengajarkan membaca kitab dan menikahkan bila sudah waktunya.

Mari kita lindungi anak untuk Indonesia maju. Selamat Hari Anak Nasional tahun 2020.**

(Batam, 23 Juli 2020)

News Feed