by

2 Tersangka Kasus SPPD Fiktif DPRD Karimun Dilimpahkan ke Kejari

KARIMUN (HK)-Dua tersangka kasus dugaan penyalahgunaan anggaran Surat Pertanggungjawaban Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif DPRD Karimun, BZ (mantan bendahara) dan UA (mantan Sekretaris DPRD Karimun) bersama barang bukti yang disita penyidik sudah dilimpahkan Polres Karimun ke Kejari Karimun, Kamis (23/7/2020) siang.

Kedua tersangka dikawal petugas dari Polres dan Kejari Karimun nampak memasuki kantor Kejari Karimun. Keduanya memakai rompi warna oranye sambil menenteng kantong kresek.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karimun, Andriansyah ketika dikonfirmasi mengatakan, proses penyelidikan hingga penyidikan di Polres Karimun sudah belangsung lama bahkan sejak 2018 dan baru hari ini dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Hari ini telah kita terima tersangka dan barang bukti atas nama tersangka inisial BZ dan UA dan sesegara mungkin akan kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor di Tanjungpinang. Barang buktinya, terkait dokumen terkait perjalanan dinas tahun 2018,” ujar Andriansyah.

Dikatakan, berdasarkan perhitungan dari BPK RI, ditemukan kerugian negara sebesar Rp1,681 miliar.

Andriansyah menyebut, keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 Junto Pasal 3 UU Tipikor Junto 55 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun.

Kapolres Karimun, AKBP M Adenan sebelumnya mengatakan, kasus dugaan SPPD fiktif yang terjadi di DPRD Karimun telah berjalan panjang. Sejak bergulirnya kasus tersebut pada 2018 lalu, penyidik telah memeriksa sebanyak 102 orang saksi.

Bahkan, kantor DPRD Karimun juga telah digeladah aparat Polres Karimun, Senin, 7 Mei 2018 lalu. Penggeledahan sejumlah ruangan kantor tersebut untuk mendalami kasus dugaan korupsi anggaran SPPD anggota dewan tahun anggaran 2016. (ham)

News Feed