by

Raup Untung Besar Rp12,9 M, Polisi Bekuk Pelaku Investasi Bodong di Manado

BATAM (HK) – Pelaku Investasi bodong (V) yang meraup keuntungan mencapai hingga milyaran rupiah akhirnya berhasil diciduk Tim Ditreskrimum Polda Kepri di Helios Kost Jalan Krida 18 Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Senin (13/7/2020).

Diketahui, pria yang sebelumnya pernah berdomisili di Komplek Indah Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam itu mengaku bekerja sebagai kasir di salah satu Money Changer (Penukaran uang) didaerah Nagoya.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri, AKBP Priyo Prayitno mengatakan pelaku sempat melarikan diri dari Batam setelah menipu korban-korban yang ditaksir mencapai Rp12,9 M.

“Ia meninggalkan Kota Batam ketika perbuatan nya sudah mulai dicurigai oleh korban-korbannya. Tak hanya itu, ia menjual rumahnya yang berada di Batam sehingga tidak bisa dihubungi lagi serta tidak diketahui lagi keberadaannya,” kata Priyo di Mapolda Kepri, Rabu (22/7/2020).

Tak berhenti disitu saja, dengan segala upaya akhirnya polisi berhasil melacak dan menangkap pelaku di kost-kostannya di Helios Kost Jalan Krida 18 Malalayang, Manado.

Ditempat yang sama, Wadir Reskrimum Polda Kepri, AKBP Ruslan Abdul Rasyid mengatakan adapun modus operandi yang dilakukan pelaku terhadap korban-korbannya dengan cara membujuk korban nya untuk melakukan Investasi penukaran pecahan uang $ 50, ditukar dengan uang pecahan $ 1.000.

“Yang mana nantinya akan ada agen atau pembeli untuk pecahan uang $ 1.000 tersebut dengan mengimingi korban akan mendapat keuntungan dalam setiap satu lembar pecahan $ 1.000 berupa point sebanyak 20 point atau sebesar Rp20 rb yang dibayarkan setiap harinya kecuali hari minggu,” jelas Ruslan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, diperoleh keterangan bahwa ada kurang lebih 11 orang yang menjadi korban.

“Dimana salah satunya merupakan Warga Negara Malaysia yang telah menjadi korban investasi bodong atau fiktif tersebut,” kata Ruslan.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti beberapa unit Handphone, Buku Tabungan, Kwitansi, Uang Tunai Rp13 Jt dan Rekening Koran atas nama tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 378 dan atau pasal 372 jo pasal 64 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Dihimbau kepada korban lainnya untuk bersedia menyampaikan Laporan pengaduan ke Polda Kepri, saat ini korban yang telah melapor sebanyak dua orang, “kepada Masyarakat untuk tidak tergiur dengan iming-iming investasi fiktif yang jelas tidak logis,” pungkasnya.(bob)

News Feed