by

Penyaluran Kredit PEN Bank Mandiri, Corporate dan Commercial Tertinggi

JAKARTA (HK)-Utilisasi penyaluran kredit modal kerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dari alokasi dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan segmen wholesale. Padahal, alokasi segmen ritel jauh lebih besar dari wholesale.

Bank Mandiri memproyeksikan penyaluran kredit senilai Rp21,36 triliun dari alokasi dana PEN. Rinciannya, Rp8 triliun akan disalurkan ke sektor wholesale yang terbagi atas segmen korporasi Rp4 triliun dan komersial Rp4 triliun.

Kemudian sebanyak Rp13,36 triliun sisanya akan disalurkan ke segmen ritel yang terdiri dari small medium enterprise Rp6 triliun, kredit usaha mikro (KUM) Rp946 miliar, kredit usaha rakyat (KUR) Rp5,41 miliar, dan kredit serbaguna mikro (KSM) Rp1 triliun.

Adapun, hingga 17 Juli 2020, pengajuan kredit program PEN telah dilakukan oleh 19.212 debitur dengan nilai total Rp2,57 triliun. Realisasi kredit yang masih dalam proses persetujuan yakni sebanyak 2.198 debitur dengan nilai Rp363,7 miliar.

Sementara pencarian dana yang telah dilakukan yakni sebanyak Rp12,05 triliun kepada 14.582 debitur. Perinciannya, untuk segmen wholesale mencapai Rp9,09 triliun dan ritel hanya Rp2,99 triliun.

Dengan kata lain, utilisasi segmen ritel masih jauh rendah daripada wholesale jauh lebih besar dan bahkan sudah mencapai 113,31% dari alokasi, sedangkan utilisasi segmen ritel masih cukup rendah yakni 22,38% dari alokasi.

Secara keseluruhan, dari penyaluran kredit senilai Rp21,36 triliun, utilisasi penyaluran kredit program PEN yang dilakukan Bank Mandiri telah menyentuh 56,44% per 17 Juli 2020 dengan sisa dana yang perlu disalurkan adalah senilai Rp9,302 triliun.

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang mengatakan, dari sisi jumlah debitur, realisasi penyaluran terbesar perseroan sebenarnya ada pada segmen UMKM yakni sebanyak 14.565 debitur. Angka ini berkisar 99% dari total debitur dalam penyaluran kredit program PEN. Sementara itu, penyaluran kredit produktif program PEN kepada segmen corporate dan commercial baru pada 17 debitur.

Akan tetapi, dari segi nominal, penyaluran kredit PEN yang tertinggi memang ada pada segmen corporate dan commercial yang mencapai Rp9,06 triliun. Dia mengakui penyerapan segmen UMKM memang masih rendah apabila dilihat dari data 17 Juli 2020. Saat ini, Bank Mandiri gencar mendorong pengajuan kredit melalui digital channel untuk menggenjot realisasinya. [*]

 

sumber:bisnis

News Feed