by

Metode Percepat Hasil Tes Covid-19 Massal Ditemukan

Virus corona atau Covid-19 masih melanda dunia. Ilmuwan pun berlomba untuk mengembangkan vaksin virus corona dan berusaha menemukan metode uji sampel Covid-19 secara massal.

Beberapa anggota Institut Insinyur Listrik dan Elektronik (IEEE) telah menemukan cara untuk menguji sampel Covid-19 lebih banyak dengan akurat. Para insinyur itu dapat menguji sampel Covid-19 dengan reagen lebih sedikit menggunakan teknik pemrosesan sinyal.

IEEE adalah organisasi internasional yang beranggotakan para insinyur dari beberapa negara. IEEE memiliki tujuan dalam pengembangan teknologi untuk meningkatkan harkat kemanusiaan.

Mereka adalah Raghu Mudumbai, Xiaodong Wu, dan Weiyu Xu, dan Jirong Yi. Mudumbai, Wu, dan Xu adalah profesor di Departemen Teknik Listrik dan Komputer Universitas Iowa, di Kota Iowa, sedangkan Yi sedang belajar teknik listrik di sana.

“Mengumpulkan sampel dan menganalisis data menggunakan penginderaan terkompresi dapat membuat pengujian Covid-19 10 kali lebih efisien,” kata Xu.

Xu mengungkapkan bahwa menguji pasien terkait virus korona sangat penting dilakukan untuk menahan penyebarannya dan melakukan pelacakan kontak. Setiap sampel juga harus dilakukan secara manual dengan mengambil usap hidung.

Pengujian sampel individu umumnya dilakukan menggunakan mesin polymerase chain reaction (PCR) dan butuh waktu beberapa jam untuk mendapatkan hasilnya. Inilah yang menyebabkan terjadinya antrian panjang dalam melakukan tes Covid-19.

Xu dan tim bertanya-tanya bagaimana membuat pengujian lebih efisien, apakah mungkin untuk meningkatkan jumlah tes yang diproses oleh laboratorium tanpa mengorbankan akurasi? Satu ide yang mereka buat adalah mengumpulkan sampel ke dalam satu tempat yang dapat diuji secara bersamaan.

Para peneliti menyadari bahwa penginderaan yang terkompresi dapat membantu mereka membuat pengujian lebih efisien. Itu juga tidak memodifikasi mesin PCR atau pengujian yang ada.

“Kami memperhatikan bahwa sinyal status infeksi masih sangat jarang, yang artinya hanya sebagian kecil sampel yang positif,” kata Xu.

Xu menceritakan bagaimana proses pengujian dilakukan. Pertama, teknisi lab mengumpulkan sampel pertama dan kedua untuk diuji. Jika hasilnya negatif, ia dapat menyimpulkan bahwa tidak ada pasien yang memiliki virus itu.

Selanjutnya, sampel kedua tadi digabungkan dengan satu lagi sampel lainnya. Jika muncul hasil positif, ia dapat menyimpulkan bahwa sampel ketiga adalah positif karena dua sampel pertama di uji negatif.

“Ini (metode pengujian) berpotensi untuk menguji hingga 32 sampel secara bersamaan. Ini sangat penting untuk membuka kembali kegiatan sosial dan ekonomi dengan aman,” kata Xu.

Dengan membuat jumlah salinan virus dalam sampel sinyal, status infeksi masing-masing orang dapat ditentukan dengan algoritma pemrosesan sinyal dalam jumlah lebih banyak. Teknisi lab dapat menggunakan informasi sebelumnya untuk menentukan kepositifan sampel yang digunakan.

Xu menjelaskan bahwa pengujian terhadap kelompok tradisional hanya menyediakan data biner. Sedangkan, teknologi buatan timnya dapat membantu merespon pandemi di masa depan dengan lebih cepat dan efektif.*

(sumber: okezone.com)

News Feed