by

PLB Perlu Bagi Nelayan di Natuna

Natuna (HK) – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna telah melakukan sosialisasi mengenai pentingnya EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon) bagi armada laut kepada nelayan Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna.

“Tujuan dari sosialisasi ini adalah memberi perhatian khusus terhadap musibah/Kecelakaan kapal dalam pelayaran yang belakangan ini sering terjadi dan pihaknya berupaya meningkatkan penyelamatan, salah satu caranya memaksimalkan deteksi dini untuk meminimalkan korban jiwa,” ujar Kepala KPP Natuna, Mexianus Bekabel, Sabtu pagi (18/7/2020) di ruang kerjanya.

Dia menjelaskan, EPIRB ini berfungsi mengirimkan sinyal distress/signal marabahaya bila mengalami keadaan darurat atau kecelakaan.

Terkait sulitnya nelayan memiliki alat tersebut, mexi juga menyarankan bisa membeli PLB (Personal Lucator Beacon) yang mudah didapat dan harga terjangkau dan apabila terjadi keadaan darurat cukup tekan tombol On di bagian atas PLB. Maka otomatis alat tersebut memancarkan sinyal darurat atau Distrees dan langsung terdeteksi oleh alat yang berada di Basarnas Pusat.

“Dari sinyal tersebut Basarnas akan mendapat data dari satelit COSPAS SARSAT akan secara cepat mengetahui posisi kapal tersebut dan Tim SAR langsung menuju ke titik lokasi kecelakaan yang terdata dalam bentuk koordinat posisi kapal tersebut atau memberikan posisi kapal sehingga dengan demikian pertolongan dapat dilakukan secara cepat, tepat dan aman,” jelasnya.

Mexi melanjutkan, penggunaan EPIRB ataupun PLB sangat penting dalam mempercepat evakuasi terhadap kecelakaan kapal di laut.

Menurutnya, EPIRB merupakan salah satu kelengkapan wajib kapal untuk keselamatan agar Basarnas mudah memberikan pertolongan.

“Saya berharap dengan adanya sosialiasi ini bisa memberikan pemahaman kepada pemilik kapal akan pentingnya alat Emergency ini. Bagi nelayan maupun pemilik kapal yang sudah membeli Alat tersebut, mereka bisa melakukan registerasi ke Basarnas melalui Kantor SAR Natuna. Untuk registrasi alat tersebut gratis tidak dipungut biaya,” ujar Mexi. (fat)

News Feed