by

Imbas Covid-19, Sebanyak 12 Juta Orang Kehilangan Mata Pencaharian

JAKARTA (HK)-Dalam seminar digital bertajuk “Kemiskinan Ekstrem dan Oligarki Ekonomi di Masa Pandemi” di Jakarta, yang diselenggarakan lembaga riset SigmaPhi, Wakil Ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Anton Supit, menyebutkan sudah ada 12 juta pekerja yang diberhentikan dan dirumahkan sepanjang pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia.

“Sebagian besar tidak dilaporkan ke dinas tenaga kerja karena tidak ada dispute antara pekerja dengan pemberi kerja,” ujarnya.

Ia mengimbau, pemerintah perlu lebih fokus membantu dunia usaha. “Saat ini, dana pemulihan ekonomi lebih banyak yang urusannya dengan kredit perbankan,” tegasnya.

Di forum sama, Staf Khusus Presiden Arif Budimanta menyatakan, pemerintah tetap membantu kelompok menengah atas melalui program restrukturisasi kredit bagi para pemilik perusahaan, subsidi bunga kredit dan perpajakan.

Arif menyatakan, pemerintah saat ini lebih memprioritaskan program pemulihan ekonomi nasional kepada masyarakat miskin, termasuk usaha mikro, tanpa melupakan kelompok menengah-atas.

Banyak program pemerintah diprioritaskan kepada masyarakat miskin, mulai dari bantuan sosial, bantuan tunai, hingga bantuan modal. Semua program tersebut bertujuan agar daya beli masyarakat miskin meningkat sehingga ekonomi berputar.

Sementara Guru Besar dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Nunung Nuryartono, menyatakan pemerintah memang perlu menyusun prioritas dan masyarakat kelas bawah harus mendapat perhatian pertama. “Pemulihan di masyarakat kelas bawah akan mendorong daya beli dan akan berdampak positif kepada ekonomi secara keseluruhan, termasuk pelaku dari kelas atas,” jelasnya.

Nunung mengingatkan, program pemulihan ekonomi masyarakat kelas bawah perlu memperhatikan potensi di wilayah masyarakat bersangkutan. [*]

sumber:sindo

News Feed