by

Berapa Penggunaan Air Warga Batam per Kapita per Hari?

Setiap hari, rata-rata penggunaan air per orang di Batam sekitar 200 liter. Jumlah ini menurut Manajer Air Baku Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Hadjad Widagdo, sangat besar.

“Seharusnya maksimal penggunaan air per hari per orang sebanyak 144 liter,” ucap Hadjad.

Karena itu, lanjut dia, masyarakat diharapkan berhemat menggunakan air.

“Soalnya, persediaan air di Batam begitu terbatas. Ditambah lagi, Batam tidak memiliki sungai atau mata air yang menjadi sumber air baku di Batam. Sementara diketahui, waduk-waduk di Batam sebagai tempat menampung air baku, hanya mengandalkan air hujan. Jika musim kemarau tiba, tidak jarang Batam mengalami krisis air. Sebab itu, salah satu upaya mempertahankan pasokan air di Batam adalah dengan berhemat,” terangnya lagi.

Hadjad mengungkapkan, air merupakan salah satu komponen yang menjadikan Batam kompetitif di mata kalangan investor.

“Tanpa air, Batam tidak ada apa-apanya. Karena itu, persediaan air menjadi salah satu prioritas utama di Batam. Dukungan warga sangat diharapkan. Bagaimana? Ya, dengan cara berhemat menggunakan air,” tuturnya melanjutkan.

Saat ini, tambah Hadjad, ada sekitar 1,3 juta jiwa penduduk di Batam dengan sekitar 24 kawasan industri.

“Semuanya menjadikan air sebagai instrumen utama dalam menjalankan aktifitasnya. Tanpa air, aktifitas masyarakat akan terganggu,” ucap Hadjad.

Berdasarkan data yang dikutip dari Badan Pengusahaan (BP) Batam, ada sejumlah waduk di Batam, diantaranya:
– Waduk Duriangkang, volume 78.180.080 m3 dengan kapasitas 2.122,53 liter per detik;
– Muka Kuning, volume 12.270.000 m3 dengan kapasitas 284,35 liter per detik; – Nongsa, volume 720.000 m3 kapasitas 34,82 liter per detik;
– Sei Harapan, volume 3.600.000 m3 dengan kapasitas 210, 91 liter per detik;
– Sei Ladi, volume 9.490.000 m3 dengan kapasitas 240,68 liter per detik;
– Tembesi, volume 41.876.080 m3 dengan kapasitas 600 liter per detik;
– Rempang, volume 5.166.400 m3 dengan kapasitas 232 liter per detik.

Selain itu, ada satu waduk yakni Waduk Baloi yang memiliki memiliki volume 270.000 m3 dengan kapasitas 60 liter/detik, tapi, sayang, waduk ini tidak bisa difungsikan lagi. Kenapa? Itu dikarenakan aktifitas di sekitar waduk begitu banyak yang berdampak terhadap tidak baiknya kualitas air baku yang ada di waduk tersebut.

Hadjad mengatakan, meski Batam memiliki sejumlah waduk, namun, jika tidak dirawat dan dijaga, Batam akan krisis air.

“Sebab itu, warga diharapkan selalu bijak menggunakan air. Menjaga waduk dari aktifitas ilegal yang dapat merusak kualitas air. Bagaimanapun juga air merupakan unsur utama dalam seluruh kehidupan kita. Sebab itu, mari bersama-sama berhemat dan menjaga sumber air yang ada,” pungkas Hadjad. (hkc/adv)

News Feed