by

Sebelum Dipindahkan, 80 Napi Rutan Batam Jalani Rapid Test

BATAM (HK) Sebanyak 80 napi dan tahanan Rutan Batam menjalani rapid test sebelum dipindahkan.(Ist)[/caption]– Sebanyak 80 narapidana (Napi) yang berada di rumah tahanan negara (Rutan) klas II A Batam menjalani rapid test sebelum dipindahkan ke rumah tahanan negara (Rutan) Tanjung Pinang.

Kepala Rutan Klas II A Batam, Yan Patmos mengatakan, berdasarkan arahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, tahanan yang diterima di rutan atau lapas harus sudah melalui rapid test dengan hasil non reaktif.

Hal ini bertujuan untuk memastikan para napi yang dipindahkan ke rutan bebas dari virus Corona. “Dari hasil rapid test nya, semuanya non reaktif. Jadi tinggal pemindahannya aja,” kata Karutan.

Yan juga melanjutkan, saat ini rumah tahanan di rutan Batam sudah melebihi kuota, sehingga 80 napi harus dipindahkan ke rutan Tanjung Pinang. Hal ini berdasarkan permintaan dari pihak Rutan Batam.

“Sebelum napi dipindahkan ke rutan Tanjung Pinang, 80 napi tersebut dilakukan rapid test terlebih dahulu. Rapid test ini bertujuan untuk memastikan para napi tidak tertular virus corona,” kata Yan Patmos, Jumat (17/7/20) siangnya.

Sementara itu, Kepala Pengamanan Rutan Batam, Heri menyampaikan, hal ini dilakukan untuk mengurangi over kapasitas dan ini yang paling utama.

Tak hanya itu juga demi mengurangi gangguan kamtib yang terjadi di rutan batam. Diketahui tahanan dan napi yang akan dipindahkan itu berbagai dari kasus, namun yang utama kasus narkoba.

“Iya, untuk mengurangi over kapasitas saja dan ini yang paling utama. Kemudian mengurangi gangguan Kamtib yang terjadi di Rutan ini,” ujarnya singkat.

Hingga saat ini, jumlah tahanan dan narapidana ada sebanyak 842 orang diantaranya tahanan sebanyak 120 orang sedangkan napi mencapai sebanyak 724 orang.(ded)

News Feed