by

5.991 Angka Pengangguran Baru di Karimun

KARIMUN (HK)-Pengangguran di Karimun saat ini sebanyak 5.991 orang. Angka tersebut merupakan akumulasi dari jumlah pencari kerja di Karimun sebanyak 2.000 orang ditambah 3.991 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah setempat yang pulang dari Malaysia, sejak mulai diberlakukannya lockdown oleh pemerintah Malaysia.

“Selama masa pandemi covid-19 memang angka pengangguran bertambah. Angka pencari kerja yang terdata di Karimun sebanyak 2.000 orang, kini ditambah lagi 3.991 warga Karimun yang pulang dari Malaysia,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq di rumah dinasnya, Tanjungbalai Karimun, Jumat (17/7/2020).

Kata Rafiq, warga Karimun yang selama ini menggantungkan hidup di negeri jiran Malaysia, tidak dapat kembali ke negara tetangga itu untuk bekerja. Sebab, kapal dengan rute pelayaran Karimun-Malaysia masih belum dibuka.

“Untuk saat ini, mereka (warga Karimun yang pulang dari Malaysia) itu terpaksa kerja serabutan. Ada sebagian yang membuka usaha kecil-kecilan dengan memanfaatkan keahlian dan sedikit modal yang ada, sebagian lain terpaksa kerja apa yang ada dulu,” jelas Aunur Rafiq.

Dikatakan, warga Karimun yang biasa mencari nafkah di Malaysia tersebut ada yang membuka lapak di objek wisata dengan menjual berbagai penanganan tradisional, sembako ataupun bentuk dagangan makanan lainnya.

Menurut dia, untuk mendorong agar warga Karimun yang merantau biasa merantau ke Malaysia itu tetap bersemangat mencari pekerjaan di kampung sendiri, maka Pemkab Karimun mendorong dengan menggaungkan perusahaan tangguh, kawasan industri tangguh dan juga objek wisata tangguh covid-19.

“Makanya, sekarang kita gaungkan yang namanya industri tangguh, perusahaan tangguh, BUMN tangguh dan juga besok objek wisata tangguh covid-19,” tuturnya.

Kendati begitu, kata Rafiq, dia berharap kesempatan kerja di luar negeri dapat dibuka seperti dulu lagi, sehingga warga Karimun yang memang selama ini sudah bertahun-tahun bekerja di Malaysia.

“Kita harapkan, kesempatan kerja seperti dulu lagi di luar (negeri) dapat dibuka. Kemudian, merek secara perlahan-lahan menyesuaikan diri yang kondisi yang ada saat ini untuk kembali berusaha di Kabupaten Karimun dan terakhir kita mencoba menghidupkan kembali industri shipyard di Karimun,” terang Rafiq.

Apalagi, saat ini PT Karimun Sembawang Shipyard (KSS) dan juga PT Saipem Indonesia Karimun Yard (SIKY) juga terus membutuhkan tenaga kerja seiring penambahan job di dua perusahaan besar tersebut. (ham)

News Feed